Militer AS Serang 13 Ribu Target di Iran Selama Operasi Epic Fury

Militer AS Serang 13 Ribu Target di Iran Selama Operasi Epic Fury
Foto: Ilustrasi Militer AS Serang 13 Ribu Target di Iran Selama Operasi Epic Fury.

Militer Amerika Serikat melaporkan telah menyerang lebih dari 13.000 target di Iran hingga Rabu (8/4/2026) dalam rangkaian operasi bertajuk 'Epic Fury'. Serangan udara dan laut tersebut diklaim telah melumpuhkan sebagian besar sistem pertahanan udara, kapal angkatan laut, serta lebih dari 2.000 titik komando milik Iran.

Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Angkatan Udara Dan Caine, mengungkapkan detail operasi tersebut dalam konferensi pers di tengah masa gencatan senjata. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 50.000 personel militer terlibat dalam misi yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan ini.

Dilansir dari Detik Health, selain pencapaian taktis, Jenderal Caine menyoroti konsumsi zat stimulan yang sangat tinggi di kalangan prajurit untuk menjaga stamina. Pasukan AS tercatat telah mengonsumsi lebih dari 950.000 galon kopi, dua juta kaleng minuman energi, serta penggunaan nikotin dalam jumlah besar selama masa tugas.

"Kami mengonsumsi lebih dari enam juta makanan, dan menurut perkiraan saya, lebih dari 950 ribu galon kopi, dua juta minuman energi, dan banyak nikotin," ujar Dan Caine, Jenderal Angkatan Udara AS. Meskipun mengakui angka konsumsi tersebut masif, Caine menyatakan bahwa hal itu bukan merupakan sebuah masalah bagi kesatuan.

Tingginya penggunaan kafein dan nikotin ini menjadi perhatian medis karena risiko kesehatan yang mengintai personel, seperti gangguan tidur, peningkatan detak jantung, hingga kelelahan kronis. Operasi militer ini sendiri telah memakan korban sebanyak 13 anggota militer AS tewas dan 365 lainnya mengalami luka-luka.

Dampak kemanusiaan di wilayah Iran tercatat jauh lebih besar dengan ribuan nyawa melayang. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan lebih dari 2.000 orang tewas, sementara kelompok HAM HRANA menyebut angka kematian mencapai 3.540 jiwa, termasuk 1.665 warga sipil dan 248 anak-anak.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan bahwa meskipun gencatan senjata telah berlaku, pasukan Amerika Serikat akan tetap bersiaga di kawasan tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan Iran mematuhi seluruh poin kesepakatan sebelum nantinya dilanjutkan ke meja perundingan resmi.

Artikel terkait

Rekomendasi