Microsoft Tawarkan Pensiun Dini Karyawan AS untuk Tekan Biaya AI

Microsoft Tawarkan Pensiun Dini Karyawan AS untuk Tekan Biaya AI
Foto: Ilustrasi Microsoft Tawarkan Pensiun Dini Karyawan AS untuk Tekan Biaya AI.

Langkah mengejutkan diambil oleh Microsoft di tengah tingginya ongkos perlombaan kecerdasan buatan (AI) global. Perusahaan pembuat sistem operasi Windows ini resmi menawarkan program pensiun dini sukarela bagi para karyawannya.

Kebijakan efisiensi ini merupakan yang pertama kalinya terjadi dalam 51 tahun sejarah perusahaan tersebut berdiri, dilansir dari Tekno. Merespons keputusan ini, saham Microsoft dilaporkan anjlok lebih dari empat persen pada perdagangan Kamis waktu AS.

Program pensiun dini ini ditawarkan secara spesifik untuk karyawan Microsoft yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Mengacu pada data internal Juni 2025, Microsoft memiliki 125.000 karyawan di wilayah tersebut.

Penawaran ini ditujukan kepada sekitar tujuh persen dari jumlah tersebut, atau setara 8.750 orang karyawan. Untuk menentukan kelayakan, perusahaan menggunakan formula unik bernama Rule of 70 atau Aturan 70.

Karyawan berhak mengajukan pensiun ini apabila gabungan antara usia dan lamanya masa bakti mereka di perusahaan mencapai angka 70 atau lebih. Tawaran berlaku bagi tingkat jabatan Senior Director ke bawah.

Namun, Microsoft mengecualikan mereka yang berada dalam skema insentif penjualan (sales) dari program ini. Rincian pasti pesangon baru akan dibeberkan kepada karyawan yang memenuhi syarat pada 7 Mei mendatang.

Prediksi Kompensasi dan Pesangon

Meski rincian belum dibuka, jika mengacu pada standar sebelumnya, karyawan diprediksi akan mengantongi kompensasi bernilai fantastis. Standar pesangon Microsoft biasanya mencakup gaji pokok selama 12 minggu.

Selain itu, terdapat tambahan ekstra dua minggu gaji untuk setiap tahun masa kerja. Pada badai PHK tahun 2023 lalu, CEO Satya Nadella juga mencairkan saham karyawan lebih awal serta memberikan tunjangan asuransi kesehatan.

Ilustrasi menunjukkan, seorang karyawan dengan masa bakti 20 tahun dan gaji tahunan 180.000 dollar AS berpotensi membawa pulang pesangon utuh bernilai sama dengan gaji tahunannya. Angka ini dinilai cukup bersaing dengan raksasa teknologi lain.

Meta misalnya, memberikan 16 minggu gaji pokok pada 2022, sementara Google memberikan 14 minggu gaji pokok untuk program serupa tahun lalu. Microsoft juga merombak sistem penghargaan (rewards) tahunan untuk menjaga talenta terbaik.

Lonjakan Investasi Pusat Data AI

Perusahaan secara resmi memisahkan aturan pembagian saham dengan pemberian bonus uang tunai. Langkah retensi ini diyakini sangat krusial untuk mempertahankan para tenaga ahli AI dari incaran kompetitor di pasar kerja.

Strategi pensiun dini ini bertujuan mengamankan arus kas perusahaan yang tertekan biaya infrastruktur. Microsoft harus terus meningkatkan pengeluaran untuk membangun kapasitas data center demi memenuhi lonjakan permintaan layanan AI.

Belanja modal kumpulan raksasa teknologi dilaporkan meroket hingga 383 miliar dollar AS pada tahun lalu. Angka tersebut diproyeksikan para analis akan terus membengkak menembus 500 miliar dollar AS pada tahun 2026.

Khusus untuk Microsoft, total pengeluaran mereka diperkirakan akan berlipat ganda dari 44,5 miliar dollar AS pada tahun 2024 menjadi sekitar 98 miliar dollar AS pada 2026. Hal ini menjadi tantangan besar bagi manajemen keuangan perusahaan.

Kepala Keuangan (CFO) Microsoft, Amy Hood, sebelumnya telah menegaskan kepada para investor bahwa perusahaan akan berupaya keras menyeimbangkan lonjakan pengeluaran ini agar sejalan dengan pendapatan dari pasar.

Artikel terkait

Rekomendasi