Meta dilaporkan meminta para karyawan di wilayah Amerika Utara untuk bekerja dari rumah pada hari Rabu terkait langkah perusahaan memangkas 10 persen tenaga kerja global. Kebijakan pengurangan staf massal dari induk perusahaan Facebook dan Instagram ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran organisasi.
Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di lingkup internal Meta akan berlangsung dalam tiga gelombang, seperti dilansir dari Detik iNET berdasarkan dokumen internal yang diperoleh Reuters. Para pekerja yang terdampak pengurangan bakal menerima pemberitahuan resmi mengenai nasib kerja mereka melalui email pada pukul 4 pagi waktu setempat di wilayah masing-masing.
Pengumuman perubahan organisasi tersebut akan disampaikan oleh para eksekutif bersamaan dengan proses pemangkasan. Sekitar 7.000 karyawan diperkirakan bakal beralih peran ke posisi baru di dalam perusahaan raksasa media sosial tersebut.
"Kita sekarang berada pada tahap di mana banyak organisasi dapat beroperasi dengan struktur lebih datar, bersama tim-tim kecil yang dapat bergerak lebih cepat dan punya lebih banyak rasa kepemilikan," tulis Kepala SDM Meta, Janelle Gale.
Manajemen Meta sebelumnya menyatakan bahwa pegawai yang terkena pemangkasan akan menerima kompensasi pesangon berupa gaji pokok minimal 16 minggu. Perusahaan juga menambah hak pesangon sebanyak dua minggu untuk setiap tahun masa kerja, tunjangan kesehatan, serta fasilitas dukungan karier.
Gale menjelaskan lewat memo bulan lalu bahwa restrukturisasi dilakukan agar operasional perusahaan berjalan efisien di tengah tingginya anggaran pengembangan kecerdasan buatan (AI). Pengeluaran modal Meta diproyeksikan menyentuh angka hingga USD 145 miliar tahun ini karena pembangunan data center AI baru serta lonjakan harga memori.
Kondisi internal menjelang eksekusi pemangkasan hubungan kerja memicu kekhawatiran besar di kalangan staf. Meta sendiri tercatat memiliki hampir 79.000 pekerja pada awal tahun ini, menjadikan efisiensi terbaru sebagai salah satu pengurangan staf terbesar dalam sejarah mereka.
"Secara umum, saya merasa tidak puas dan marah dengan para petinggi. Ini momen paling cemas dan penuh tekanan yang pernah saya rasakan selama bekerja," kata seorang karyawan yang tidak disebutkan namanya kepada San Francisco Standard.
Langkah perampingan jajaran manajemen Meta diprediksi masih akan berlanjut pada paruh kedua tahun ini. CEO Mark Zuckerberg sebelumnya telah menghapus lebih dari 20.000 pekerjaan sepanjang tahun 2022 dan 2023 yang dicanangkan sebagai tahun efisiensi.
Fenomena pengurangan tenaga kerja ini memperpanjang tren PHK massal sektor teknologi yang berkaitan dengan adopsi AI. Pada tiga bulan pertama tahun 2026, tercatat ada 52.050 PHK di industri teknologi atau melonjak 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.