Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan kendala lahan dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Provinsi Jawa Tengah 1 di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, telah rampung pada Jumat (15/5/2026). Langkah ini diambil guna mempercepat progres fisik yang saat ini telah mencapai angka 40,06 persen.
Dilansir dari Kompas, status lahan yang sebelumnya masih milik masyarakat sempat menghambat proses desain serta implementasi konstruksi di lapangan. Penuntasan masalah ini menjadi kunci agar pembangunan fasilitas pendidikan tersebut dapat berjalan lebih optimal sesuai target pemerintah.
ÔÇ£Masalah lahannya sekarang sudah beres semua. Saat ini semuanya sudah sinergis dan ini kinerja bersama Kementerian PU,ÔÇØ kata Dody, dalam rilis, Jumat (15/5/2026).
Selain urusan pembebasan tanah, kendala operasional seperti pasokan bahan baku beton juga dilaporkan telah teratasi. Dody menekankan bahwa proyek ini merupakan prioritas nasional yang membutuhkan kerja sama lintas sektor mengingat tenggat waktu yang semakin dekat.
ÔÇ£Tidak ada masalah, kemarin memang ada sedikit masalah terkait beton, tapi sudah di-support (didukung) dari berbagai pihak. Sekolah Rakyat ini merupakan program prioritas pemerintah, dan karena saat ini sudah masuk masa kritis, maka Kementerian PU menjadikan ini kerja gotong royong dari semua pihak,ÔÇØ ujar Dody.
Percepatan pengerjaan di Wonosobo melibatkan berbagai unit organisasi di lingkungan kementerian serta koordinasi dengan instansi militer dan perusahaan negara. Pengerahan 1.167 tenaga kerja terus dioptimalkan untuk mengejar jadwal peresmian.
ÔÇ£Dari BUMN saya minta tolong, dari TNI kita juga minta tolong. Jadi kami kerjakan bersama-sama agar pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ini benar-benar bisa selesai Juni, dan adik-adik bisa masuk sekolah baru pada tahun ajaran baru di Juli,ÔÇØ kata Dody.
Proyek Sekolah Rakyat Wonosobo didanai oleh APBN Tahun Anggaran 2025ÔÇô2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp 229,05 miliar. Kawasan pendidikan terpadu ini menempati lahan seluas 5,038 hektare dengan total luas bangunan 27.474 meter persegi.
Fasilitas yang dibangun mencakup gedung SD, SMP, hingga SMA, serta dilengkapi dengan asrama siswa, rusun guru, masjid, gedung serbaguna, dan sarana olahraga. Untuk mencapai target penyelesaian Juni 2026, kementerian menerapkan strategi penambahan alat berat, sistem kerja tiga shift, dan penyesuaian metode konstruksi.