Menteri PPPA Usulkan Relokasi Gerbong Wanita KRL ke Tengah Rangkaian

Menteri PPPA Usulkan Relokasi Gerbong Wanita KRL ke Tengah Rangkaian
Foto: Ilustrasi Menteri PPPA Usulkan Relokasi Gerbong Wanita KRL ke Tengah Rangkaian.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengusulkan pemindahan posisi gerbong khusus perempuan KRL Commuter Line ke bagian tengah rangkaian setelah meninjau lokasi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026).

Langkah ini merespons kekhawatiran penumpang menyusul tabrakan antara Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL pada Senin (27/4/2026) malam yang mengakibatkan kerusakan parah pada gerbong khusus wanita di ujung rangkaian. Dilansir dari Kompas, posisi kereta khusus tersebut secara historis selalu ditempatkan pada bagian pertama dan terakhir sejak diluncurkan Agustus 2010.

KAI Commuter sebelumnya menetapkan kebijakan penempatan di ujung rangkaian untuk memberikan ruang aman bagi perempuan dari risiko pelecehan seksual di transportasi publik. Namun, dampak kerusakan yang signifikan dalam insiden terbaru memicu evaluasi terkait faktor keselamatan fisik penumpang saat terjadi benturan.

Praktik penempatan ruang khusus bagi penumpang wanita di beberapa negara lain tercatat memiliki variasi kebijakan yang berbeda. Di India, otoritas kereta api menempatkan gerbong wanita pada posisi beragam, mulai dari bagian depan dekat lokomotif hingga di area tengah rangkaian.

Kondisi serupa terjadi di Jepang, di mana posisi gerbong khusus tersebut bersifat fleksibel mengikuti kebijakan masing-masing operator. Penempatan gerbong di Jepang dapat ditemukan di bagian depan, tengah, ataupun belakang rangkaian dengan menyesuaikan kondisi jalur yang ada.

Artikel terkait

Rekomendasi