Menteri PPPA Usul Gerbong KRL Perempuan Pindah ke Tengah

Menteri PPPA Usul Gerbong KRL Perempuan Pindah ke Tengah
Foto: Ilustrasi Menteri PPPA Usul Gerbong KRL Perempuan Pindah ke Tengah.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan reposisi gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian kereta menyusul kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026). Langkah ini diambil guna meminimalisir risiko bagi perempuan sebagai kelompok rentan di transportasi publik.

Arifah menyampaikan usulan tersebut setelah meninjau langsung kondisi para korban yang sedang menjalani perawatan medis di RSUD Bekasi. Berdasarkan data yang dihimpun, mayoritas korban dalam insiden nahas tersebut merupakan penumpang perempuan yang berada di gerbong khusus.

"Kalau dulu pertimbangannya gerbong wanita ditaruh paling depan dan paling belakang supaya tidak jadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," beber Arifah Fauzi, Menteri PPPA.

Penempatan posisi gerbong di tengah dianggap lebih aman jika terjadi benturan dari arah depan maupun belakang rangkaian kereta api. Arifah menilai pengaturan ulang ini sangat krusial bagi keamanan penumpang perempuan.

"Jadi yang di ujung, atau paling depan dan belakang laki-laki," sambung Arifah Fauzi.

Terdapat tiga orang dilaporkan meninggal dunia di RSUD Bekasi serta 55 orang lainnya menderita luka parah dalam peristiwa ini, dilansir dari Detik Health. Meskipun didominasi perempuan, terdapat dua korban pria yang berada di gerbong ketiga dan satu penumpang dari kereta Argo Parahyangan.

"Ada yang memar, patah tulang, dan lainnya," kata Arifah Fauzi.

Manajemen PT KAI telah memberikan kepastian bahwa seluruh biaya pengobatan hingga santunan pemakaman bagi korban akan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan bersama pihak asuransi. Para korban saat ini tersebar di beberapa rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Daftar Rumah Sakit Rujukan Korban
NoNama Fasilitas Kesehatan
1RSUD Bekasi
2RS Bella Bekasi
3RS Primaya
4RS Mitra Plumbon Cibitung
5RS Bakti Kartini
6RS Siloam Bekasi Timur
7RS Hermina
8RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat

Guna melayani kebutuhan informasi bagi pihak keluarga, KAI telah mengoperasikan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di lokasi kejadian. Layanan pengaduan juga disediakan melalui Contact Center KAI 121 bagi masyarakat yang membutuhkan data terkini.

Pihak KAI menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam atas kejadian ini dan berkomitmen untuk fokus pada proses penanganan medis seluruh korban terdampak.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan. Fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan korban berjalan optimal dan keluarga mendapatkan informasi yang dibutuhkan," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Hingga saat ini, Stasiun Bekasi Timur masih ditutup sementara untuk aktivitas naik dan turun penumpang guna keperluan evakuasi. Perjalanan KRL dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi, sementara satu jalur hilir mulai dioperasikan kembali dengan pengaturan jadwal yang terbatas.

Artikel terkait

Rekomendasi