Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi pembatalan rencana keberangkatan dirinya untuk menunaikan ibadah haji pada musim haji 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026).
Kepastian tersebut diperoleh saat awak media menemui Purbaya secara langsung guna menanyakan rencana perjalanannya ke Tanah Suci, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.
"Nggak jadi," ujar Purbaya sambil tertawa kecil menanggapi pertanyaan wartawan mengenai rencana keberangkatannya ke Tanah Suci.
Purbaya menegaskan bahwa keputusan pembatalan ini tidak dipengaruhi oleh instruksi Presiden Prabowo Subianto ataupun adanya penugasan negara yang mendesak. Menurut penjelasan Menkeu, pembatalan tersebut murni terjadi karena faktor kesempatan yang belum berpihak kepada dirinya pada tahun ini.
"Nggak, nggak diminta Presiden, belum saatnya mungkin, belum rezekinya," tutur Purbaya singkat.
Pembatalan ini terjadi secara mendadak karena pada Senin (18/5/2026), Purbaya sempat menyatakan kesiapannya untuk berangkat ke Tanah Suci apabila tidak ada halangan. Berbagai persiapan intensif bahkan telah dilakukan oleh Menkeu sejak dua pekan sebelumnya, termasuk mempelajari doa-doa manasik haji.
"Persiapan haji sudah dua minggu lalu, sudah belajar tapi doa-doanya, masih lupa juga," ungkap Purbaya saat itu.
Purbaya tidak memungkiri adanya perasaan sedih karena tidak bisa melaksanakan rukun Islam kelima bersama pihak keluarganya pada musim haji kali ini. Kendati demikian, Menkeu tetap memelihara optimisme dan mengharapkan doa agar niat ibadahnya dapat terlaksana pada tahun depan.
"Ya sedih, sedih nggak sedih lah, karena emang belum saatnya mungkin. Doain tahun depan nggak batal lagi," pungkas Purbaya.