Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, meninjau kesiapan operasional di pos perbatasan Al-Haditha dan Jadidat Arar pada Selasa, 28 April 2026. Kunjungan lapangan ini bertujuan memastikan kelancaran alur pelayanan bagi jemaah haji mancanegara yang masuk melalui jalur darat menuju wilayah Kerajaan.
Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap proses penerimaan jemaah, mencakup pemeriksaan dokumen imigrasi, bimbingan ibadah, hingga pengaturan transportasi. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, Al-Rabiah didampingi oleh jajaran pejabat tinggi seperti Presiden GACA Abdulaziz Al-Duailej dan Gubernur ZATCA Suhail Abanmi.
Pemerintah Arab Saudi menitikberatkan pada efisiensi layanan untuk mencegah hambatan yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah. Sinergi antarinstansi di pintu masuk negara menjadi prioritas utama guna mengakomodasi lonjakan jumlah jemaah selama musim haji berlangsung.
Pengawasan langsung ini juga melibatkan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Paspor, Saleh Al-Murabba, guna meninjau mekanisme koordinasi di lapangan. Langkah tersebut merupakan bagian dari visi Kerajaan untuk menghadirkan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan tertib bagi para tamu Allah.
Di perbatasan Jadidat Arar, Al-Rabiah memberikan apresiasi khusus atas dukungan Emir Wilayah Perbatasan Utara, Faisal bin Khalid. Peningkatan fasilitas di titik tersebut dinilai sangat signifikan dalam mendukung integrasi kerja antarlembaga pemerintah.
Integrasi tersebut terbukti mampu mempercepat prosedur kedatangan jemaah tanpa mengurangi ketelitian pemeriksaan. Menteri Al-Rabiah juga menyempatkan diri memantau langsung perjalanan jemaah sejak tiba hingga pengaturan keberangkatan menuju kota-kota suci.
Sistem pelayanan terpadu yang diterapkan mengandalkan pemanfaatan teknologi modern untuk mengoptimalkan efisiensi operasional. Fokus utama tetap pada kenyamanan jemaah melalui layanan pengarahan yang responsif dan ketersediaan transportasi lanjutan yang terorganisir dengan baik.