Menteri Haji Larang KBIHU Gelar City Tour Jelang Wukuf

Menteri Haji Larang KBIHU Gelar City Tour Jelang Wukuf
Foto: Ilustrasi Menteri Haji Larang KBIHU Gelar City Tour Jelang Wukuf.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melarang seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah melakukan kegiatan city tour menjelang puncak haji. Instruksi ketat ini dikeluarkan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada Selasa (19/5) demi menjaga stamina jemaah haji Indonesia.

Pengondisian fisik jemaah menjadi fokus utama pemerintah agar kondisi kesehatan mereka tidak menurun sebelum fase wukuf dimulai, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Larangan pembatasan aktivitas luar ibadah ini diterapkan karena waktu pelaksanaan puncak haji sudah semakin dekat.

Peringatan keras turut diberikan oleh pria yang akrab disapa Gus Irfan tersebut mengenai pentingnya mengukur kemampuan diri. Ia mengimbau para jemaah agar membatasi aktivitas ibadah sunah yang berlebihan sebelum seluruh rangkaian wajib haji selesai dilaksanakan.

"Jemaah tentu saya harapkan menjaga kesehatan, mengukur diri. Jangan memaksakan hal-hal yang di luar kemampuan," ujar Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah.

Penekanan khusus juga diarahkan pada aktivitas umrah sunah yang berulang kali dijalankan oleh sejumlah jemaah sebelum puncak haji. Mobilitas fisik yang terlalu tinggi dinilai memiliki risiko besar terhadap kesiapan energi jemaah saat berada di Arafah nanti.

"Artinya, misalkan umrah sampai 3-4 kali, jangan. Kalau itu akan membuat fisik tidak siap. Fokus Arafah," tegas Gus Irfan.

Pengelola KBIHU serta para petugas diminta untuk bekerja sama secara ketat dalam memantau kondisi kesehatan jemaah. Larangan pelaksanaan wisata kota menjadi langkah preventif agar tidak terjadi kelelahan massal sebelum hari penentuan ibadah haji.

"Wukuf Arafah tinggal beberapa hari. Jadi kepada KBIHU-KBIHU, tolong tidak ada city tour sebelum Arafah selesai," ungkap Gus Irfan.

Langkah sinergis dari semua elemen pelaksana haji sangat dibutuhkan demi kelancaran seluruh tahapan ibadah di tanah suci. Perlindungan terhadap kebugaran fisik para jemaah menjadi prioritas utama yang harus ditegakkan secara bersama-sama.

"Imbauan saya, dijaga para jemaah kesehatannya," pungkas Gus Irfan.

Artikel terkait

Rekomendasi