Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Dorong Tokenisasi Aset Digital

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Dorong Tokenisasi Aset Digital
Foto: Ilustrasi Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Dorong Tokenisasi Aset Digital.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menilai potensi pengembangan aset digital kripto sebagai alternatif pembiayaan pada ekosistem ekonomi kreatif.

Dikutip dari Investortrust, pemanfaatan instrumen digital ini dinilai mampu memberikan jalan baru bagi pembiayaan sektor kreatif yang lebih modern.

"I melihat potensi besar pada teknologi Web3 dan bursa seperti ICEx untuk mendorong tokenisasi aset ekonomi kreatif, mulai dari musik, film, hingga Intellectual Property (IP) lainnya. hal itu akan membuka pintu alternatif pembiayaan yang lebih luas dan modern bagi para kreator lokal kita, " ujar Riefky dikutip dari Antara, Minggu (12/4/2026).

Langkah ini menempatkan ICEx Group yang bergerak sebagai bursa aset kripto Self-Regulatory Organization (SRO) pada posisi penting. Lembaga ini memfokuskan layanannya pada perdagangan aset kripto, Real World Asset (RWA), dan sistem kustodian untuk menjaga transparansi pasar.

Kementerian Ekraf memberikan dua bentuk dukungan nyata untuk mendorong ekspansi ICEx Group di industri ini. Pemerintah menginisiasi kampanye "Creative by Indonesia" guna mengerek posisi bursa digital ini menuju pasar regional.

Selain perluasan pasar, kerja sama ini memosisikan lembaga bursa tersebut sebagai penggerak utama komersialisasi kekayaan intelektual (IP) lokal. Skema pembiayaan alternatif seperti crowdfunding berbasis kripto akan diarahkan untuk memfasilitasi para pelaku kreatif di tanah air.

Potensi pasar Indonesia dalam ekosistem digital global ini dinilai sangat besar dan strategis. Direktur Utama sekaligus Founder For U AI, Xue Kai Pang, menguraikan bahwa nilai institusional aset digital global saat ini telah menyentuh US$ 3,5 triliun dengan jangkauan lebih dari 20 juta pengguna.

Pemanfaatan Regulasi dan Penguatan Literasi

Integrasi teknologi kecerdasan buatan dari For U AI dan momentum regulasi OJK tahun 2025 menjadi fondasi bagi ICEx dalam mengoptimalkan tokenisasi IP. Upaya ini ditujukan langsung untuk memberikan pemberdayaan yang berdampak bagi para kreator domestik.

"Melalui infrastruktur bursa yang berfokus pada Real World Asset (RWA) dan layanan kustodian , kami berkomitmen untuk memperkuat ekosistem Web3 serta meningkatkan literasi digital masyarakat , demi memastikan Indonesia menjadi pemain utama dalam ekonomi berbasis AI dan aset digital di kancah global," ujar Xue Kai Pang.

Sinergi antara teknologi Web3 dan bursa digital ini diproyeksikan mampu meningkatkan pemahaman digital masyarakat secara luas. Kehadiran infrastruktur mutakhir tersebut dipersiapkan agar merek dan talenta kreatif domestik memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi