Mensos Kaji Bantuan Pemberdayaan Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi

Mensos Kaji Bantuan Pemberdayaan Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi
Foto: Ilustrasi Mensos Kaji Bantuan Pemberdayaan Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf tengah melakukan pengkajian mendalam terkait pemberian bantuan pemberdayaan bagi keluarga yang menjadi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Insiden maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL tersebut mengakibatkan dampak yang signifikan bagi para keluarga korban.

Dilansir dari Suara, pria yang akrab disapa Gus Ipul ini membuka peluang lebar untuk memberikan dukungan program pemberdayaan maupun bentuk bantuan lain yang relevan. Langkah ini diambil guna memastikan keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan atau terdampak langsung oleh peristiwa tersebut.

"Nanti kita juga akan meng-assessment keluarga yang menjadi korban. Nanti kita akan assessment dan hasil assessment akan kita tindak lanjuti dengan dukungan-dukungan program. Mungkin dukungan pemberdayaan dan dukungan-dukungan yang lain yang diperlukan oleh keluarga korban," kata Saifullah Yusuf saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Terkait santunan kecelakaan, Gus Ipul menegaskan bahwa hal tersebut merupakan ranah tanggung jawab Jasa Raharja. Sebagai penyedia asuransi transportasi umum, Jasa Raharja akan menangani kompensasi bagi para korban kecelakaan kereta api sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Kalau di itu Jasa Raharja, karena itu kecelakaan kereta api atau angkatan umum transportasi. Secara umum itu asuransinya lewat Jasa Raharja," ujar Saifullah Yusuf.

Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh dalam penanganan dampak kecelakaan ini sesuai dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto. Saat ini, pemerintah terus memantau proses penanganan di lapangan sembari menyampaikan rasa duka cita yang mendalam.

"Untuk itu kita tunggu, proses terus berjalan dan kita ikut prihatin, kita berduka," kata Saifullah Yusuf.

Data dari PT KAI menunjukkan skala tragedi ini cukup besar dengan total korban jiwa mencapai 14 orang, sementara 84 orang lainnya mengalami luka-luka. Jenazah para korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati guna kepentingan identifikasi medis lebih lanjut.

Sebanyak 84 korban yang mengalami luka-luka saat ini tersebar di berbagai pusat layanan kesehatan untuk mendapatkan perawatan intensif. Fasilitas kesehatan yang terlibat dalam penanganan darurat ini meliputi RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, dan RS Primaya.

Selain itu, korban juga mendapatkan penanganan medis di RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, serta RS Hermina. Pasien lainnya juga dievakuasi ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat guna memastikan seluruh korban mendapatkan akses pengobatan yang memadai.

Artikel terkait

Rekomendasi