Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membela pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai masyarakat desa yang disebut tidak menggunakan mata uang dollar Amerika Serikat (AS). Penegasan tersebut disampaikan Purbaya di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, pada Senin (18/5/2026), demi meluruskan konteks pembahasan ekonomi di tingkat pedesaan.
Klarifikasi ini diberikan setelah Presiden Prabowo menanggapi tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melalui sebuah tayangan, sebagaimana dilansir dari Money. Langkah pembelaan dari bendahara negara tersebut diambil agar publik tidak salah menafsirkan arah bicara Kepala Negara.
Pembahasan mengenai penggunaan mata uang asing itu dilontarkan oleh Kepala Negara dalam acara Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk. Purbaya menyatakan bahwa konteks ucapan tersebut berkaitan dengan operasional koperasi dan perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan, bukan dalam lingkup ekonomi global.
ÔÇ£Itu kan konteksnya di sana di pedesaan, mungkin pas kalau di sana. Bukan konteks internasional kan? Dia ngomongnya di koperasi desa itu,ÔÇØ ujar Purbaya.
Purbaya meminta masyarakat agar tidak salah dalam menginterpretasikan pernyataan tersebut karena Presiden memahami dinamika ekonomi nasional. Mantan Kepala Komisioner LPS ini menjamin bahwa Kepala Negara mempunyai pemahaman yang mendalam terhadap perkembangan nilai tukar mata uang dalam negeri.
ÔÇ£Jangan anggap Pak Presiden enggak ngerti. Pak Presiden ngerti betul tentang rupiah. Cuman kan konteksnya di sana waktu kemarin itu,ÔÇØ kata Purbaya.
Selain memberikan penjelasan terkait pidato Presiden, Purbaya juga berupaya menjaga ketenangan para pelaku pasar serta masyarakat luas terkait stabilitas ekonomi. Ia memberikan indikasi personal mengenai kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang diklaim masih berada dalam jalur yang aman.
ÔÇ£Kalau saya senyum ekonominya bagus, rupiahnya juga bagus. Makanya saya senyum terus,ÔÇØ ujar Purbaya.
Komentar awal dari Presiden Prabowo muncul seiring adanya kekhawatiran publik atas fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Presiden menyatakan kondisi Indonesia masih terpantau stabil dan meminta masyarakat tidak panik terhadap situasi global.
ÔÇ£Saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya tidak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa. Rupiah begini, dollar begini, orang rakyat di desa enggak pakai dollar kok,ÔÇØ ungkap Prabowo.