Budi Gunadi Sadikin Ingatkan Bahaya Kandungan Gula Boba dalam Minuman

Budi Gunadi Sadikin Ingatkan Bahaya Kandungan Gula Boba dalam Minuman
Foto: Ilustrasi Budi Gunadi Sadikin Ingatkan Bahaya Kandungan Gula Boba dalam Minuman.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kandungan gula tersembunyi pada tambahan topping boba pada Rabu (29/4/2026). Penambahan boba disebut tetap membuat kandungan gula dalam minuman tetap tinggi meskipun konsumen memilih opsi rendah gula atau less sugar.

Konsumsi satu porsi boba diperkirakan mengandung 100 gram gula atau setara dengan 150 kalori. Penilaian ini dilansir dari Detik Health yang menyoroti risiko kesehatan dari kebiasaan menambahkan topping pada minuman kekinian.

"Kalau pesan milk tea less sugar tapi ditambah boba itu sama aja bohong karena gulanya masih tinggi," beber Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.

Risiko peningkatan kadar gula ini berkaitan erat dengan regulasi label pangan siap saji yang membagi kualitas kesehatan produk ke dalam kategori Nutri Level. Penambahan boba berpotensi mengubah status kesehatan sebuah minuman secara drastis dari kategori layak konsumsi menjadi tidak sehat.

"Kelihatannya kecil dan namanya disebut topping, tapi sebenarnya dengan nambah boba itu bisa naikin dari Nutri Level B menjadi ke D," lanjut Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.

Budi menekankan bahwa saat ini aturan penghitungan nutrisi yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan masih terfokus pada cairan utama. Masyarakat diminta lebih cermat karena kandungan gula pada tambahan isi minuman belum masuk dalam penghitungan standar awal.

"Peraturan Kemenkes yang saya baru keluarkan itu hanya menghitung kadar gula di cairannya, bukan di bobanya," jelas Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.

Artikel terkait

Rekomendasi