Menhub Dudy Purwagandhi Pastikan Kesiapan Terminal 2F Layani Jemaah Haji

Menhub Dudy Purwagandhi Pastikan Kesiapan Terminal 2F Layani Jemaah Haji
Foto: Ilustrasi Menhub Dudy Purwagandhi Pastikan Kesiapan Terminal 2F Layani Jemaah Haji.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau kesiapan infrastruktur di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (19/4/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan fasilitas pelayanan khusus jemaah haji dan umrah telah siap menjelang keberangkatan kloter pertama yang dijadwalkan pada 22 April mendatang.

Pengoperasian Terminal 2F sebagai pusat layanan terpadu bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses keberangkatan jemaah. Dilansir dari Detik Finance, pemerintah menargetkan seluruh sarana transportasi udara dapat mendukung mobilitas jemaah secara maksimal dan nyaman.

Pemeriksaan mendalam terhadap fasilitas dilakukan sebagai bagian dari persiapan teknis Angkutan Haji Tahun 2026. Penegasan mengenai integrasi proses layanan di bandara menjadi fokus utama kementerian agar tidak terjadi kendala saat operasional berlangsung.

"Terminal 2F ini disiapkan secara khusus untuk melayani jemaah haji dan umrah sehingga seluruh proses dibuat lebih terintegrasi, efektif, dan memberikan kenyamanan bagi para jemaah. Kami ingin memastikan bahwa seluruh aspek operasional telah siap sebelum pemberangkatan kloter pertama," kata Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.

Pelaksanaan ibadah haji tahun ini melibatkan perpindahan massa dalam jumlah besar dari belasan titik keberangkatan di seluruh wilayah Indonesia. Tercatat sebanyak 221.000 jemaah haji akan diterbangkan secara bertahap menuju Arab Saudi hingga bulan Mei 2026.

"Penyelenggaraan angkutan haji ini bukan operasi biasa, kita memindahkan lebih dari 221 ribu jemaah dari 14 embarkasi melalui 525 kloter. Oleh karena itu aspek keselamatan, ketepatan waktu dan kenyamanan menjadi prioritas utama," tegas Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.

Dukungan operasional penerbangan haji tahun ini diperkuat oleh armada dari dua maskapai utama, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Selain armada pesawat, kementerian juga mematangkan persiapan di 14 bandara embarkasi yang tersebar di berbagai provinsi.

Koordinasi lintas sektor dan internasional juga terus dijalin untuk memitigasi potensi gangguan pada jadwal penerbangan. Pengawasan ketat melalui prosedur pemeriksaan kelaikan pesawat atau ramp check menjadi instrumen utama dalam menjaga standar keselamatan.

"Kami memastikan seluruh aspek keselamatan penerbangan terpenuhi, termasuk kelaikudaraan pesawat dan kesiapan operasional maskapai. Koordinasi dengan seluruh stakeholder juga terus diperkuat agar pelayanan kepada jemaah berjalan aman, lancar, dan tepat waktu," tutur Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.

Artikel terkait

Rekomendasi