Media sosial kerap diramaikan oleh unggahan hasil seleksi masuk perguruan tinggi negeri setiap musim ujian tiba. Namun, dilansir dari Media Indonesia, kini muncul fenomena tiruan berupa candaan atau prank pengumuman UTBK SNBT maupun SNBP yang dibuat warganet untuk hiburan.
Tren manipulasi ini dilakukan dengan mengunggah tangkapan layar kelulusan palsu di universitas ternama. Konten tersebut biasanya dipakai untuk mengekspresikan harapan, meredakan ketegangan, atau sekadar mengikuti tren viral di TikTok, Instagram, dan X.
Warganet memanfaatkan beberapa metode untuk membuat tampilan hasil seleksi palsu agar terlihat meyakinkan. Salah satunya adalah menggunakan situs generator pihak ketiga yang menyediakan template menyerupai laman resmi SNPMB.
Pengguna platform digital cukup memasukkan nama, nomor peserta, beserta perguruan tinggi pilihan untuk memunculkan gambar kelulusan. Metode lain yang praktis adalah memakai filter atau efek visual yang tersedia langsung di Instagram dan TikTok.
Selain itu, teknik inspect element pada browser komputer juga kerap digunakan untuk mengubah teks halaman web asli secara sementara. Status yang awalnya tidak lulus dapat dimanipulasi menjadi lulus sebelum tangkapan layar diambil.
Pembuat konten diimbau untuk tetap menyertakan keterangan bahwa unggahan tersebut hanyalah sebuah candaan. Penjelasan ini penting agar tidak memicu salah paham dari keluarga, kerabat, maupun pihak sekolah.
Alasan Popularitas Tren Prank Kelulusan
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan fenomena ini digemari oleh para remaja. Candaan ini berfungsi sebagai pelepas stres untuk mengurangi kecemasan selama menunggu pengumuman resmi yang menegangkan.
Sebagian orang juga menganggap pembuatan dokumen palsu ini sebagai bentuk manifestasi atau doa agar diterima di kampus impian. Aktivitas ini pun efektif memancing interaksi digital yang meningkatkan keterlibatan akun media sosial mereka.
Aktivitas hiburan pribadi ini umumnya dinilai sebagai konten kreatif biasa selama tidak merugikan pihak lain secara finansial atau administratif. Namun, masyarakat dilarang keras memalsukan dokumen resmi untuk proses daftar ulang atau keperluan administrasi negara.
Masyarakat dapat mengakses hasil seleksi yang valid melalui situs resmi SNPMB atau laman mirror yang disediakan oleh setiap universitas negeri.