Sebuah terobosan besar dalam pengobatan kanker pankreas berhasil dicapai berkat ide unik yang lahir dari laboratorium Universitas Harvard. Ahli biologi kimia, Gregory Verdine, mempercayai bahwa protein penyebab penyakit dapat ditangani dengan "merekatkannya" ke struktur lain di tubuh sehingga dapat dinetralkan. Verdine mengisahkan bahwa banyak pihak menganggap idenya tidak masuk akal dan mustahil tercapai.
Namun, perusahaan Revolution Medicines Inc., yang mengakuisisi salah satu perusahaan milik Verdine pada tahun 2018, baru-baru ini menyatakan salah satu obatnya berhasil menggandakan rata-rata waktu bertahan hidup pasien dengan kanker pankreas yang agresif, menjadi 13,2 bulan dari yang sebelumnya hanya 6,7 bulan. Hasil lengkap dari uji klinis akhir obat ini diperkirakan akan menjadi sorotan utama dalam konferensi tahunan dokter spesialis kanker di Chicago akhir pekan ini.
Artikel Terkait
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Ilegal Berisiko Meninggal Mendadak - Gaya Hidup | 22 Mei 2026 14:50
- BPOM soal Aturan Obat di Minimarket Lemahkan Apoteker - Gaya Hidup | 21 Mei 2026 13:20
- BPOM Tindak Obat Ilegal Rp398 Miliar, Tramadol-Ketamin di Jabar - Gaya Hidup | 20 Mei 2026 18:10
- BPOM Ungkap Dampak Dolar Naik terhadap Harga Obat - Gaya Hidup | 20 Mei 2026 15:00
- Ini Alasan Kenapa Minum Obat Antibiotik Harus Dihabiskan - Gaya Hidup | 08 Mei 2026 14:51
- Daftar 11 Kosmetik Ilegal Penyebab Kanker yang Diamankan BPOM - Gaya Hidup | 07 Mei 2026 15:50
Berita Utama
- Pemerintah Incar Wajib Pajak Orang Kaya hingga Korporasi - Market
- Pelaku Perencana Serang Konser Taylor Swift Divonis 15 tahun - Gaya Hidup
- Pemerintah Beber Strategi Kerek Pajak: Perluas Basis & Kepatuhan - Market