Mengenal Merpati Al Haram di Makkah yang Tak Pernah Kotori Ka'bah

Mengenal Merpati Al Haram di Makkah yang Tak Pernah Kotori Ka'bah
Foto: Ilustrasi Mengenal Merpati Al Haram di Makkah yang Tak Pernah Kotori Ka'bah.

Kawasan Masjidil Haram di Makkah menyuguhkan pemandangan unik dengan kehadiran ribuan burung merpati yang terbang tenang di sekitar bangunan suci. Keberadaan merpati Al-Haram ini bukan sekadar penghias suasana, melainkan telah menjadi simbol kedamaian bagi para jemaah yang datang beribadah.

Dilansir dari Detikcom, burung-burung ini memiliki ciri fisik yang membedakannya dengan jenis merpati pada umumnya. Bagian lehernya cenderung lebih panjang dengan gradasi warna biru yang dominan dari kepala hingga leher, serta dipertegas dengan garis hitam pada ujung sayap dan ekor.

Interaksi antara merpati dan manusia di Tanah Suci terjalin secara alami sejak ratusan tahun silam. Burung-burung ini dikenal sangat jinak dan tidak merasa terganggu dengan kepadatan jemaah, bahkan sering mendekat saat pengunjung memberikan biji-bijian di pelataran.

Dalam ajaran Islam, merpati yang mendiami wilayah suci ini mendapatkan status perlindungan yang sangat ketat. Hukum agama melarang siapa pun untuk membunuh, mengusir, atau merusak sarang burung-burung tersebut di kawasan Makkah.

Pelanggaran terhadap aturan perlindungan satwa ini dapat berimplikasi pada denda atau dam tertentu. Larangan berburu yang berlaku di Kota Suci memungkinkan populasi merpati berkembang biak dengan aman tanpa gangguan dari tangan manusia.

Keistimewaan dan Fakta Menarik Merpati Al-Haram

Salah satu fenomena yang paling mengagumkan bagi para jemaah adalah kebiasaan burung ini yang disebut tidak pernah membuang kotoran di area sekitar Ka'bah. Hal ini semakin memperkuat nilai spiritual dan kehormatan burung tersebut di mata umat Muslim.

Pemerintah Arab Saudi juga memberikan perhatian serius terhadap kelangsungan hidup satwa ini. Tersedia menara-menara khusus di sekitar Masjidil Haram yang difungsikan sebagai tempat tinggal atau hunian bagi koloni merpati tersebut.

Dari sisi sejarah, banyak masyarakat meyakini bahwa merpati ini merupakan keturunan dari burung yang bersarang di depan Gua Tsur. Burung tersebut memiliki peran penting dalam melindungi Nabi Muhammad SAW saat melakukan perjalanan hijrah ke Madinah.

Untuk menjamin ketersediaan pangan bagi burung-burung ini, terdapat skema wakaf khusus yang dikelola untuk menyediakan makanan secara rutin. Dukungan sistematis ini memastikan populasi merpati Al-Haram tetap terjaga sebagai bagian dari warisan budaya dan spiritual di Makkah.

Artikel terkait

Rekomendasi