Mengenal Hantavirus dan Cara Tepat Mencegah Penularannya

Mengenal Hantavirus dan Cara Tepat Mencegah Penularannya
Foto: Ilustrasi Mengenal Hantavirus dan Cara Tepat Mencegah Penularannya.

Hantavirus kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan memicu kekhawatiran terkait potensi penyebarannya. Banyak pihak mulai mempertanyakan apakah virus ini memiliki tingkat penularan yang masif layaknya COVID-19 atau flu musiman.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus. Nama virus ini diambil dari Sungai Hantaan di Korea Selatan, lokasi di mana virus tersebut pertama kali diidentifikasi.

Meski kasusnya tergolong jarang dibandingkan penyakit virus lainnya, Hantavirus tetap menjadi ancaman serius. Virus ini dapat menyebabkan gangguan fatal pada organ paru-paru dan ginjal manusia.

Berbeda dengan COVID-19, Hantavirus tidak mudah menyebar antarmanusia. Seperti dilansir dari Media Indonesia yang mengutip informasi medis dari RS Mitra Keluarga, penularan utama terjadi melalui transmisi udara dari partikel yang terkontaminasi.

Seseorang dapat terinfeksi jika menghirup udara yang mengandung partikel urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Risiko penularan ini meningkat tajam di area yang menjadi sarang tikus.

Beberapa lokasi berisiko tinggi meliputi gudang atau loteng yang lembap, lumbung padi dan area pertanian, serta rumah kosong yang lama tidak ditempati.

Selain melalui udara, virus dapat masuk melalui luka terbuka, selaput lendir mata, atau gigitan tikus, meskipun kasus ini sangat jarang ditemukan. Secara umum, interaksi sosial di tempat umum seperti kantor atau sekolah tidak menjadi jalur penyebaran virus ini.

Dampak Kesehatan pada Paru-Paru dan Ginjal

Infeksi Hantavirus dapat memicu dua kondisi klinis utama yang membahayakan nyawa bagi para penderitanya.

Kondisi pertama adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan. Gejala awal meliputi demam, nyeri otot, dan mual. Dalam hitungan hari, paru-paru dapat terisi cairan yang menyebabkan sesak napas akut hingga gagal napas.

Kondisi kedua adalah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang fungsi ginjal. Gejalanya meliputi sakit kepala hebat, nyeri punggung, penglihatan kabur, hingga perdarahan internal pada fase yang lebih parah.

Belum Ada Obat Khusus

Hingga saat ini, belum ditemukan obat antivirus spesifik atau vaksin yang secara khusus menyembuhkan Hantavirus. Penanganan medis berfokus pada perawatan suportif untuk menjaga stabilitas kondisi pasien.

Pada kasus HFRS atau gangguan ginjal, penggunaan obat antivirus seperti Ribavirin terkadang dilakukan. Namun, efektivitas obat tersebut untuk kasus HPS atau gangguan paru-paru belum terbukti secara klinis.

Pasien yang mendapatkan terapi oksigen dan penanganan intensif lebih dini memiliki peluang pemulihan yang jauh lebih tinggi.

Langkah Pencegahan Utama

Kunci utama menghindari Hantavirus adalah dengan memutus rantai kontak dengan hewan pengerat melalui langkah-langkah preventif yang dianjurkan.

Masyarakat disarankan melakukan sanitasi rumah dengan menutup celah atau retakan dinding agar tikus tidak bisa masuk ke dalam hunian. Manajemen makanan juga penting dengan menyimpan bahan makanan dalam wadah tertutup rapat dan berbahan keras.

Kebersihan lingkungan harus dijaga dengan membersihkan tumpukan barang bekas atau kayu yang berpotensi menjadi sarang tikus.

Saat membersihkan gudang atau rumah kosong, buka jendela selama 30 menit untuk sirkulasi udara. Gunakan masker dan sarung tangan, serta semprotkan disinfektan pada kotoran tikus sebelum dibersihkan guna mencegah partikel virus terbang ke udara.

Meskipun tidak menular secepat virus pernapasan lainnya, kewaspadaan tetap diperlukan. Jika Anda mengalami gejala demam dan sesak napas setelah beraktivitas di area yang berisiko tinggi populasi tikus, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Artikel terkait

Rekomendasi