Mengenal Abdullah bin Umar Sahabat Nabi Periwayat Hadits Terbanyak Kedua

Mengenal Abdullah bin Umar Sahabat Nabi Periwayat Hadits Terbanyak Kedua
Foto: Ilustrasi Mengenal Abdullah bin Umar Sahabat Nabi Periwayat Hadits Terbanyak Kedua.

Abdullah bin Umar merupakan salah satu sahabat Nabi yang sangat menonjol karena ketakwaan dan keteguhannya dalam mengamalkan sunnah Rasulullah. Sosok dengan nama lengkap Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin Al-Khattab Al-Qurasyi Al-Adawiy ini berasal dari garis keturunan mulia keluarga Quraisy.

Dilansir dari Detikcom, ia adalah putra dari khalifah kedua, Umar bin Khattab, dan ibunya bernama Zainab binti Madz'un. Abdullah dilahirkan dua tahun setelah masa kenabian Rasulullah SAW dan tumbuh besar di lingkungan yang sangat dekat dengan keluarga Nabi karena ia juga merupakan saudara dari salah satu istri Rasulullah.

Dikenal dengan panggilan Ibnu Umar, ia memeluk Islam bersama sang ayah dan ikut dalam peristiwa hijrah ke Madinah. Sejak usia muda, ia sudah menunjukkan semangat jihad yang tinggi untuk membela agama, meskipun sempat terkendala faktor usia.

Berdasarkan buku Sirah 60 Sahabat Nabi Muhammad SAW karya Ummu Ayesha, keinginan Ibnu Umar untuk terjun di Perang Badar dan Perang Uhud tidak mendapat izin dari Rasulullah karena dianggap terlalu belia. Ia baru diperbolehkan turun ke medan laga saat Perang Khandaq dan kemudian aktif di berbagai pertempuran lainnya, termasuk Perang Mu'tah.

Setelah wafatnya Rasulullah, Ibnu Umar tetap aktif dalam ekspedisi militer meski tidak menduduki jabatan politik atau administratif. Pada masa Abu Bakar, ia bergabung dengan pasukan Usamah, sementara di masa ayahnya, ia menjadi penasihat dewan syura namun dilarang mencalonkan diri sebagai khalifah.

Ibnu Umar tercatat ikut dalam pertempuran besar seperti Nahawand serta proses pembebasan Mesir. Meski memiliki pengaruh besar, ia dikenal sangat rendah hati dan pernah menolak tawaran menjadi hakim pada masa Khalifah Utsman bin Affan.

"Aku bersama dengan orang yang lebih pandai dariku. Jika aku tahu kalian menginginkan aku menjadi hakim dan bertanya padaku mengenai beragam masalah, maka aku sendiri akan belajar."

Sikap menjauhi kekuasaan ini juga terlihat saat ia menolak saran Marwan bin Hakim untuk menjadi khalifah. Ibnu Umar menyatakan tidak akan menerima jabatan tersebut meski hanya sebagian kecil pihak yang menentangnya.

Keluasan Ilmu dan Periwayatan Hadits

Dalam sejarah intelektual Islam, Abdullah bin Umar menempati posisi istimewa sebagai periwayat hadits terbanyak kedua setelah Abu Hurairah. Mengutip buku Ensiklopedia Sahabat Nabi, ia tercatat telah meriwayatkan sekitar 2.630 hadits sepanjang hidupnya.

Kedekatannya dengan Rasulullah membuatnya menyaksikan langsung banyak peristiwa serta mendengar langsung berbagai sabda Nabi. Aisyah, istri Rasulullah, bahkan pernah memberikan pujian khusus atas dedikasinya tersebut.

"Tak seorang pun mengikuti jejak langkah Rasulullah di tempat-tempat pemberhentiannya seperti yang telah dilakukan Ibnu Umar."

Dalam urusan keagamaan, ia sangat berhati-hati dalam menyampaikan fatwa dan enggan melakukan ijtihad jika tidak menemukan dasar yang kuat pada tradisi Nabi. Di masa tuanya, ia memilih fokus pada ibadah pribadi dan menjaga kenetralan saat terjadi konflik politik di masa Ali bin Abi Talib.

Abdullah bin Umar wafat di Kota Mekah pada tahun 73 Hijriah atau 692 Masehi dalam usia sekitar 84 tahun. Di akhir hayatnya, ia sempat menyatakan penyesalan karena tidak ikut serta membela Ali bin Abi Talib dalam menghadapi para penebar fitnah.

Artikel terkait

Rekomendasi