Mengejutkan, Kasus Peluru Nyasar di Kampus UNP Padang Sudah Terjadi 4 Kali!

Mengejutkan, Kasus Peluru Nyasar di Kampus UNP Padang Sudah Terjadi 4 Kali!
Foto: Mengejutkan, Kasus Peluru Nyasar di Kampus UNP Padang Sudah Terjadi 4 Kali!. (Illustration by Pexels)

Insiden peluru nyasar yang melukai dua orang di kawasan kampus Universitas Negeri Padang (UNP) pada Selasa (3/6) ternyata menambah daftar panjang kejadian serupa. Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa mengerikan ini tercatat sudah terjadi sebanyak empat kali di area institusi pendidikan tersebut.

Kasus terbaru yang terjadi pada awal Juni 2026 ini bukan merupakan fenomena baru bagi civitas akademika UNP. Sebelumnya, catatan mengenai peluru nyasar juga pernah dilaporkan terjadi pada tahun 2010, 2017, dan tahun 2020 silam.

Rekam Jejak Kasus Peluru Nyasar di Kampus UNP

Pada rentetan kejadian di tahun-tahun sebelumnya, proyektil peluru diketahui sempat melukai mahasiswa hingga merusak fasilitas gedung rektorat yang merupakan pusat administrasi kampus. Peristiwa pertama yang terdokumentasi terjadi pada 2010, di mana seorang mahasiswi jurusan Sosiologi bernama Astuti menjadi korbannya.

Berlanjut pada tahun 2017, peluru nyasar dilaporkan menghantam jendela di lantai 3 gedung rektorat UNP hingga menyebabkan kerusakan pada bagian kaca. Beruntung saat itu kondisi gedung sedang sepi karena kejadian berlangsung di malam hari tanpa ada aktivitas mahasiswa maupun staf.

Daftar rincian insiden peluru nyasar yang pernah terjadi di lingkungan UNP :

  • Tahun 2010: Seorang mahasiswi Sosiologi bernama Astuti terluka akibat terkena peluru nyasar di area kampus.
  • Tahun 2017: Proyektil peluru menembus kaca lantai 3 gedung rektorat UNP pada malam hari, ditemukan dua butir proyektil oleh polisi.
  • Februari 2020: Kaca gedung Rektorat kembali terkena peluru nyasar, di mana proyektil ukuran 5,56 milimeter ditemukan di lantai 3 gedung LP2M.
  • Juni 2026: Kasus terbaru yang mengakibatkan dua orang terluka saat sedang berada di area alun-alun depan Rektorat UNP.

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa area gedung rektorat dan sekitarnya menjadi titik yang cukup sering terdampak oleh jatuhnya proyektil peluru dari luar area kampus. Sekretaris UNP, Erianjoni, membenarkan adanya rentetan peristiwa ini meskipun ia tidak mengingat secara detail setiap tanggal kejadiannya.

Respons dan Investigasi Pihak TNI

Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, telah memberikan konfirmasi mengenai dugaan peluru nyasar yang mengenai warga di lingkungan kampus tersebut. Saat ini, pihak TNI masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan asal muasal senjata yang digunakan dalam insiden tersebut.

Letkol Taufiq mengakui memang ada dua orang yang menjadi korban, namun pihak Kodam masih meneliti apakah proyektil tersebut berasal dari personel mereka atau bukan. Ia menjelaskan bahwa pada hari kejadian, memang terdapat agenda latihan menembak yang dilakukan oleh Batalion DTP Singgalang.

Informasi terkait pelaksanaan latihan menembak di sekitar area kampus :

Aspek Informasi Detail Keterangan
Pelaksana Latihan Batalion DTP Singgalang
Waktu Latihan Selasa, dari pagi hingga sore hari
Jenis Senjata Senjata api laras panjang
Jarak Lokasi Sekitar 800 meter dari area kampus

Data teknis di atas menunjukkan adanya aktivitas militer yang cukup dekat dengan pemukiman dan area pendidikan saat insiden tersebut terjadi. Meskipun lokasi lapangan tembak diklaim sudah memenuhi standar kelayakan dan keamanan, Letkol Taufiq menegaskan akan tetap melakukan evaluasi menyeluruh.

TNI menyatakan bertanggung jawab penuh atas insiden ini, terutama terkait penanganan medis para korban yang terdampak. Seluruh biaya perawatan dan pengobatan korban hingga dinyatakan sembuh total akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak TNI.

Kronologi dan Kondisi Korban Penembakan

Pihak Humas UNP dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 17.00 WIB. Peluru diduga berasal dari arah lokasi latihan tembak TNI di Lapai yang berjarak kurang dari satu kilometer dari kampus utama UNP Air Tawar.

Dua orang yang menjadi korban adalah Nova Wirantika, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi FIS UNP, dan rekannya yang bernama Guruh Guino. Saat kejadian, keduanya sedang duduk bersantai bersama teman-teman lainnya di area terbuka alun-alun depan gedung Rektorat.

Rektor UNP, Krismadinata, yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan petinggi TNI dan kepolisian setempat. Koordinasi dilakukan mulai dari Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol, Komandan Batalyon 133, hingga Polsek Padang Utara guna penanganan cepat.

Tim medis internal kampus segera mengevakuasi kedua korban ke RS Hermina Padang menggunakan mobil ambulans milik universitas. Korban Nova Wirantika dilaporkan harus segera menjalani prosedur operasi karena proyektil peluru diketahui masih bersarang di bagian paha kirinya.

Sementara itu, korban Guruh Guino telah mendapatkan tindakan medis awal dan kemudian dipindahkan ke RS Tentara Rekso Sudiryo Ganting untuk masa pemulihan. Sejumlah pejabat tinggi TNI, termasuk Pangdam Mayjen TNI Arief Gajah Mada dan jajarannya, dilaporkan hadir langsung di rumah sakit untuk memantau kondisi para korban.

Artikel terkait

Rekomendasi