Di pelataran Gedung Kantor Pos Indonesia yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta, berdiri sebuah kotak pos besi berwarna oranye yang ikonik. Benda bersejarah yang dikenal dengan nama Brievenbus ini menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan yang berkunjung.
Hingga saat ini, bangunan megah peninggalan era kolonial Belanda tersebut masih berfungsi aktif sebagai kantor layanan pos. Keberadaannya bukan sekadar tempat pengiriman paket, melainkan juga simbol perjalanan panjang sejarah pos di tanah air.
Menyusuri jalanan di Kota Tua terasa kurang lengkap jika tidak singgah sejenak di landmark bersejarah ini. Gedung dengan cat putih yang dominan tersebut memancarkan kesan gagah sekaligus menyimpan narasi besar tentang komunikasi di masa lalu.
Menelusuri Sejarah Gedung Pos di Batavia
Sejarah layanan pos di Indonesia sebenarnya memiliki akar yang sangat tua, bahkan bisa ditarik hingga masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Layanan ini pertama kali tercatat eksis pada tahun 1746 untuk memfasilitasi komunikasi pada masa itu.
Meskipun layanannya sudah ada sejak abad ke-18, struktur bangunan yang berdiri saat ini di Kota Tua dibangun pada tahun 1829. Gedung ini sengaja dirancang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan operasional yang terus meningkat di pusat kota.
Pemandu wisata dari Tur Pemandu Gratis UPK Kota Tua, Gilang Ramadhan, membagikan informasi menarik saat menemani perjalanan rute Oud Batavia en Omstreken. Menurutnya, awalnya institusi pos hanya menempati gedung yang sangat sederhana dan tidak terlalu luas.
Pemerintah Hindia Belanda kemudian memutuskan untuk membangun fasilitas yang lebih representatif karena tuntutan layanan yang semakin berkembang. Inilah yang menjadi alasan berdirinya gedung megah yang kita lihat sekarang di Jakarta Barat.
Informasi menarik mengenai perbandingan gedung pos pertama dan gedung di Kota Tua:
- Gedung di Kota Tua memang merupakan salah satu yang tertua, namun bukan gedung pos pertama di Indonesia.
- Kantor pos pertama sebenarnya berlokasi di kawasan Weltevreden atau Pasar Baru, yang kini dikenal sebagai Pos Bloc.
- Institusi awal Post en Telegraafkantoor mulanya berada di pusat Batavia namun dengan struktur bangunan yang jauh lebih simpel.
Kini, jika dilihat dari sisi luar, bangunan ini tampak sangat terawat dengan lapisan cat yang bersih dan cerah. Beberapa identitas modern seperti plang POS IND Logistik Indonesia juga terpasang rapi di area atap bangunan.
Selain itu, terdapat logo layanan digital terbaru seperti POSPAY dan Pos Aja! yang terpampang di bagian dinding depan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun bangunannya kuno, layanan di dalamnya terus beradaptasi dengan teknologi masa kini.
Fungsi Modern dan Pemanfaatan Area Komersial
Gedung Kantor Pos Indonesia di Kota Tua bukanlah sekadar museum atau bangunan kosong yang tidak berpenghuni. Aktivitas operasional kantor pos masih berjalan normal di bagian dalam sebelah kanan gedung hingga pukul 20.00 WIB setiap harinya.
Gedung yang sangat luas ini dikelola sepenuhnya oleh BUMN di bawah naungan Danantara Pos Indonesia, bukan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal inilah yang memungkinkan pengelola untuk menyewakan sisa ruangan yang ada untuk keperluan komersial.
Beberapa fasilitas dan unit usaha yang saat ini menempati area di dalam gedung:
- Area kuliner atau food court yang menyediakan berbagai pilihan makanan bagi para pengunjung.
- Restoran cepat saji populer yang sering menjadi tempat beristirahat bagi turis.
- Akomodasi berupa hotel kapsul yang menawarkan pengalaman menginap unik di tengah kota tua.
- Wahana hiburan kereta hantu Kota Tua yang terletak di lantai bagian atas gedung.
Langkah penyewaan ini legal dilakukan karena kewenangannya berada di tangan pihak Pos Indonesia sebagai pengelola aset. Upaya ini juga menjadi salah satu cara untuk memastikan gedung tua tetap produktif dan tidak terbengkalai.
Meski banyak disewakan untuk berbagai jenis usaha, Gilang Ramadhan menegaskan bahwa aturan pelestarian bangunan tetap dijalankan dengan ketat. Sebagai bangunan cagar budaya, penyewa dilarang keras mengubah bentuk asli atau merusak fasad bangunan.
Brievenbus: Simbol Kotak Pos Klasik
Daya tarik lainnya yang tidak boleh dilewatkan oleh pengunjung adalah keberadaan bis surat jadul di depan gedung. Kotak pos berbahan besi cor ini dicat oranye terang dan memiliki ukiran khas yang mencerminkan nuansa Eropa masa lampau.
Pada bagian atas kotak pos tersebut terdapat tulisan mahkota berbunyi "BRIEVENBUS." yang berarti kotak surat dalam bahasa Belanda. Sementara itu, pada bagian pintunya terdapat tulisan "BUSLICHTING" yang menambah kesan autentik dari benda sejarah tersebut.
Gilang menjelaskan bahwa setiap kantor pos yang menyandang status cagar budaya biasanya selalu dilengkapi dengan kotak pos ikonik ini. Brievenbus menjadi tanda pengenal yang kuat bagi bangunan-bangunan pos bersejarah di berbagai kota.
Walaupun sekarang fungsinya tidak lagi digunakan sebagai tempat mengumpulkan surat, benda ini tetap dirawat dengan sangat baik. Keberadaannya menjadi properti wajib bagi mereka yang ingin mengabadikan momen dengan latar belakang suasana tempo dulu.
| Lokasi Brievenbus Serupa | Status Bangunan |
|---|---|
| Pos Bloc Jakarta (Pasar Baru) | Cagar Budaya / Pusat Kreatif |
| Kantor Pos Besar Bandung | Cagar Budaya / Operasional |
| Kantor Pos Besar Yogyakarta | Cagar Budaya / Operasional |
Tabel di atas menunjukkan bahwa pelestarian Brievenbus merupakan bagian dari standar konservasi kantor pos bersejarah di Indonesia. Hal ini membantu menjaga memori kolektif masyarakat tentang cara berkirim pesan di masa sebelum digital.
Bagi Anda yang sedang berwisata di Kota Tua, pastikan untuk berhenti sejenak di depan Gedung Pos Indonesia ini. Selain mendapatkan foto yang estetis, Anda juga bisa merasakan hembusan sejarah dari salah satu pilar komunikasi paling penting di nusantara.