Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya kualitas perencanaan sebagai faktor penentu keberhasilan pembangunan daerah saat membuka Musrenbang RKPD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027 di Kota Medan, Rabu (22/4/2026). Perencanaan yang mendalam dinilai mampu menciptakan perubahan signifikan bagi kemajuan wilayah.
Dilansir dari Nasional, Tito Karnavian mengingatkan agar forum musyawarah tersebut tidak sekadar menjadi formalitas rutin tahunan tanpa substansi. Ia memandang kegiatan ini sebagai fondasi awal yang krusial untuk menghasilkan arah kebijakan pembangunan yang terukur dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Perencanaan yang matang, kualitas yang matang, artinya detail, itu menentukan 60 persen keberhasilan program," kata Tito, melalui keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).
Mantan Kapolri tersebut menjelaskan bahwa penyusunan program kerja harus mengadopsi pendekatan aspiratif dengan mendengarkan kebutuhan dari tingkat bawah. Pemerintah provinsi diinstruksikan untuk menyerap harapan dari pemerintah kabupaten dan kota demi menyelaraskan kepentingan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.
"Tentu Pak Gubernur dan jajaran sebagai kepala daerah terpilih, kalau mendengar dari pusat, itu adalah wakil pemerintah pusat di daerah. Tapi, sebagai kepala daerah terpilih, pasti punya juga pemikiran-pemikiran tersendiri. Tadi, Bapak (Gubernur Sumut) sudah paparkan, saya sudah mendengar konsep-konsep peta jalan untuk 2027," terang Tito.
Eksistensi seorang pemimpin daerah, menurut Tito, tidak hanya ditentukan oleh besarnya otoritas atau jabatan yang diemban. Ia menggarisbawahi pentingnya penguasaan konsep dan kemampuan merumuskan peta jalan pembangunan yang jelas agar bawahan memiliki panduan yang kuat dalam bekerja.
"Memiliki power, kekuasaan, kewenangan, tapi itu tidak cukup, harus memiliki follower, punya pengikut, punya bawahan. Tapi, lebih dari itu adalah punya konsep," tambah Tito.
Kualitas strategi juga disoroti sebagai kunci untuk memenangkan persaingan pembangunan dan menyelesaikan permasalahan daerah secara tepat sasaran. Tito merujuk pada ajaran kuno mengenai strategi tempur sebagai analogi dalam menghadapi tantangan birokrasi dan eksekusi program di lapangan.
"Saya selalu belajar di mana-mana, di beberapa negara, selalu keluar ilmu itu. Ilmunya Sun Tzu. Sun Tzu itu seorang strategist, ahli strategi China di zaman kuno. Know your enemy, know yourself, and you will win in thousand battles," ujar Tito.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika Dyandra tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Wakil Gubernur Surya. Sejumlah pejabat tinggi seperti Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus dan perwakilan Komisi VIII DPR RI juga tampak hadir dalam agenda strategis daerah tersebut.