Mekanisme "jalan pintas" pada sistem penglihatan lalat berhasil diungkap oleh para peneliti dari Universitas Sheffield. Penemuan ini berpotensi merevolusi efisiensi energi pada teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan robotika, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Serangga terbukti tidak sekadar menyerap informasi visual secara pasif. Mereka secara aktif mempertajam persepsi melalui gerakan tubuh dan mata yang berlangsung sangat cepat.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications ini mengidentifikasi adanya mekanisme bernama "lompatan frekuensi tinggi" atau peningkatan turbo. Saat lalat melakukan gerakan tiba-tiba, sistem visual mereka beralih ke mode yang lebih cepat.
Sistem tersebut mengirimkan data ke otak hingga tiga kali lipat dari kecepatan normal dalam skala milidetik.
Profesor Mikko Juusola, penulis senior penelitian tersebut, menyatakan bahwa temuan ini mengubah paradigma lama tentang pemrosesan informasi di otak.
"Karya ini menunjukkan cara berpikir yang baru secara fundamental tentang bagaimana otak menghitung informasi, di mana kecepatan dan efisiensi muncul dari interaksi aktif dengan lingkungan," ujarnya.
Dampak dari penelitian ini sangat signifikan bagi pengembangan kendaraan otonom dan robotika. Selama ini, sektor tersebut sangat bergantung pada daya komputasi besar untuk menafsirkan lingkungan sekitar.
Para insinyur kini dapat merancang mesin yang hanya memproses data paling relevan pada waktu yang tepat dengan meniru cara kerja otak lalat. Langkah ini bakal memangkas penggunaan energi secara signifikan.
Dr. Jouni Takalo, pengembang model utama dalam tim tersebut, menambahkan bahwa koordinasi sensor kecil pada lalat memungkinkan pengalihan perhatian secara instan ke area yang paling penting. Hal ini menjadi inspirasi bagi pengembangan sistem penglihatan buatan dan rekayasa neuromorfik yang lebih adaptif dan rendah latensi.
Riset ini menegaskan bahwa kecerdasan masa depan tidak selalu membutuhkan komputer yang lebih besar. Fokus utama beralih pada desain yang lebih efisien dengan meniru efektivitas alam dalam mengolah data secara presisi.