Megawati Soekarnoputri Tolak Pangkalan Militer Asing di Indonesia

Megawati Soekarnoputri Tolak Pangkalan Militer Asing di Indonesia
Foto: Ilustrasi Megawati Soekarnoputri Tolak Pangkalan Militer Asing di Indonesia.

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa gerakan menolak keberadaan pangkalan militer asing masih sangat relevan bagi Indonesia untuk menjaga kedaulatan negara. Penegasan tersebut disampaikan dalam seminar peringatan Konferensi Asia-Afrika yang digelar di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/4/2026).

Presiden kelima RI ini menilai pangkalan militer asing berpotensi mempercepat intervensi terhadap kedaulatan sebuah negara merdeka. Hal tersebut disampaikan Megawati dengan berkaca pada situasi geopolitik di kawasan Amerika Latin serta Timur Tengah sebagaimana dilansir dari Nasional.

ÔÇ£Berbagai intervensi kedaulatan suatu negara merdeka dan berdaulat di Amerika Latin dan Timur Tengah akhir-akhir ini dapat terjadi dengan cepat karena adanya pangkalan militer asing di suatu negara,ÔÇØ ujar Megawati, Ketua Umum PDI-P.

Pandangan mengenai pentingnya kemandirian pertahanan ini merujuk pada sejarah Indonesia saat menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing (KIAPMA) tahun 1965. Megawati mencermati bahwa dinamika dunia saat ini sedang mengalami guncangan akibat konflik antarnegara besar.

ÔÇ£Ketika dunia saat ini dihadapkan pada persoalan di Venezuela melalui penculikan Presiden Maduro, dan serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, maka sistem internasional guncang," kata Megawati, Ketua Umum PDI-P.

Kondisi ketidakpastian global tersebut dinilai memerlukan kembalinya nilai-nilai kesetaraan antar bangsa. Megawati memberikan penekanan agar pembangunan kekuatan pertahanan nasional ke depan harus berlandaskan pada misi perdamaian dunia serta pemahaman geopolitik yang komprehensif.

Artikel terkait

Rekomendasi