Megawati Soekarnoputri Tanggapi Serangan Buzzer dalam Acara Universitas

Megawati Soekarnoputri Tanggapi Serangan Buzzer dalam Acara Universitas
Foto: Ilustrasi Megawati Soekarnoputri Tanggapi Serangan Buzzer dalam Acara Universitas.

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri memberikan respons terkait fenomena pendengung atau buzzer yang kerap melontarkan serangan terhadap dirinya. Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat menghadiri pengukuhan gelar Profesor Emeritus bagi Arief Hidayat di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya sempat memiliki keinginan untuk mencari pihak-pihak yang menyebarkan narasi negatif tentangnya. Berdasarkan laporan dari Nasional, Megawati sempat merasa geram dengan tudingan mengenai penjualan Pulau Sipadan dan Ligitan.

ÔÇ£Buzzer itu saya bilang banser. Karena apa? Enak saja kalau menjelekkan saya. Katanya saya ini jual Pulau Sipadan dan Ligitan,ÔÇØ ujar Megawati, Ketua Umum PDI-P.

Keputusan untuk tidak menindaklanjuti pencarian para pendengung tersebut didasari oleh pertimbangan nilai-nilai kemanusiaan dan Pancasila. Megawati menilai bahwa aktivitas tersebut dilakukan oleh oknum tertentu sebagai sarana untuk mencari nafkah.

ÔÇ£Saya dalam batin, dipikir saya enggak punya pasukan, entar tak cari, tapi bagaimana. Terus saya mikir, kita ini Pancasila, dia kan cari duit juga. Jadi, ya sudahlah biarin,ÔÇØ kata Megawati, Presiden ke-5 RI.

Dalam pidatonya, Megawati juga sempat menyinggung kondisi negara saat ini yang ia nilai mengalami pergerakan tidak konsisten. Ia memberikan peringatan terkait potensi pernyataannya yang mungkin akan kembali dipelintir oleh pihak-pihak tertentu di ruang digital.

ÔÇ£Karena saya lihat ini kok negara makin hari saya bilang kayak poco-poco, loh iya loh. Kalau.. awas ya kalo mau dikeluarkan dengan banser-banser loh,ÔÇØ kata Megawati, Ketua Umum PDI-P.

Kehadiran Megawati dalam acara tersebut bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada mantan Hakim Mahkamah Konstitusi, Arief Hidayat. Arief resmi dikukuhkan sebagai Profesor Emeritus dalam Bidang Hukum Tata Negara oleh pihak universitas.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam agenda tersebut, termasuk mantan Menko Polhukam Mahfud MD dan mantan Menkumham Yasonna Laoly. Tampak pula Jampidum Asep Nana Mulyana serta hakim MK aktif seperti Suhartoyo dan Saldi Isra.

Artikel terkait

Rekomendasi