MDI Ventures Rilis White Paper Dorong Pertumbuhan UMKM Lewat AI

MDI Ventures Rilis White Paper Dorong Pertumbuhan UMKM Lewat AI
Foto: Ilustrasi MDI Ventures Rilis White Paper Dorong Pertumbuhan UMKM Lewat AI.

MDI Ventures yang merupakan perusahaan modal ventura korporasi bagian dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan dokumen riset terbaru. Publikasi bertajuk "Catalyzing Digital Resilience and Sustainable Growth: Advancing Inclusive Innovation and AI-Driven Impact Across Indonesia's Digital Economy" ini mengulas integrasi teknologi untuk menyokong lini bisnis kecil, seperti dilansir dari Investor Daily.

Riset ini memetakan kolaborasi antara modal ventura, kecerdasan buatan (AI), serta infrastruktur digital dalam membuka fase pertumbuhan baru bagi 65 juta UMKM di tanah air. Sektor usaha tersebut saat ini tercatat menyumbang 60,5% terhadap PDB dan mengabsorpsi 96,5% total tenaga kerja nasional.

Langkah strategis ini berjalan beriringan dengan potensi besar ekonomi digital Indonesia yang nilai GMV-nya diproyeksikan menembus US$180 hingga US$340 miliar pada tahun 2030 mendatang berdasarkan data e-Conomy SEA 2025. Kendati demikian, jurang pembiayaan bagi pelaku usaha mikro masih menjadi hambatan utama karena tingginya keperluan modal yang belum selaras dengan akses pendanaan formal.

Fokus utama dokumen ini mengarah pada metode investasi dalam mempertemukan inklusi finansial, kesiapan teknologi kecerdasan buatan, sistem keamanan siber, hingga penciptaan dampak yang nyata. Perusahaan modal ventura ini mengemban misi untuk memastikan portofolio investasinya sanggup memfasilitasi digitalisasi UMKM secara relevan sekaligus berkelanjutan.

ÔÇ£White paper terbaru kami merefleksikan peran MDI Ventures sebagai enabler yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Hal ini tercermin dari berbagai portofolio kami di bidang AI, cybersecurity, hingga digital infrastructure, yang menghadirkan solusi konkret untuk menjawab berbagai tantangan. Melalui pendekatan tersebut, kami melihat bahwa teknologi tidak hanya mampu menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang terukur,ÔÇØ kata Direktur MDI Ventures, Roby Roediyanto.

Melalui publikasi tersebut, pihak perusahaan berupaya menyelaraskan titik temu inovasi teknologi, keperluan pasar, dan regulasi bagi para pendiri startup, pemodal, internal Telkom Group, ekosistem BUMN, hingga pihak regulator. Dokumen ini juga menemukan bahwa pembiayaan berdampak atau impact capital menjadi instrumen krusial dalam mengatasi keterbatasan dana pembangunan nasional.

Di panggung global, aktivitas impact investing sudah menyentuh angka US$1,571 triliun aset kelolaan (AUM) dengan tren kenaikan 21% per tahun sejak 2019. Di sisi lain, Indonesia masih memerlukan dana sekitar US$1,7 triliun demi menutup celah pembiayaan SDGs hingga tahun 2030, yang menempatkan modal ventura korporasi pada posisi strategis.

Pemanfaatan AI ikut menjadi jalan keluar demi menekan kesenjangan penyaluran kredit. Berdasarkan data tahun 2023, pelaku usaha mikro dan kecil yang memperoleh modal lewat pinjaman perbankan hanya berada di angka 2,2%. Sistem penilaian kredit menggunakan data alternatif seperti yang dijalankan oleh Ascore.ai (Amartha) kini membuka peluang bagi kelompok yang belum terjangkau lembaga keuangan konvensional.

Aspek ketahanan siber turut dipandang sebagai fondasi vital bagi penguatan ekonomi digital domestik. Menimbang risiko keamanan digital yang cukup tinggi dengan bocornya 56,1 juta data serta munculnya 5.780 kasus defacement sepanjang 2024, implementasi proteksi yang proaktif menjadi mendesak.

MDI Ventures menyokong penciptaan kapabilitas threat intelligence serta sistem peringatan dini untuk skala enterprise dan lembaga strategis lewat investasi pada CYFIRMA, sebuah perusahaan keamanan siber berbasis AI asal Singapura. Sinergi ini ditujukan guna mempertebal proteksi dan tingkat kepercayaan pada ekosistem digital penopang sektor UMKM.

Hasil nyata dari perluasan inklusi digital ini terlihat pada catatan kinerja portofolio investasi perusahaan. Amartha terhitung sudah menyalurkan dana melampaui Rp 28 triliun bagi 2,8 juta UMKM, Qoala mengamankan 445 juta polis mikroasuransi, dan Privy sukses menggaet lebih dari 57 juta pengguna terverifikasi.

Gabungan capaian portofolio ini menegaskan empat pilar utama penyusun ekonomi digital yang inklusif. Pilar tersebut mencakup infrastruktur kredit berbasis data alternatif, proteksi finansial tertanam, identitas digital yang tepercaya, serta penyediaan tools bisnis berbasis AI yang terintegrasi dengan jaringan distribusi Telkom Group dan BUMN.

"Kerangka dual-lens kami menempatkan setiap investasi pada dua kriteria utama: apakah bisnisnya layak secara komersial, dan apakah dampaknya dapat diukur sesuai tujuan Sustainable Development Goals," jelas Alvin Evander, VP Strategy & Sustainability MDI Ventures.

"Dengan pendekatan tersebut, kami berupaya menjaga akuntabilitas portofolio, sekaligus menunjukkan kepada Investor dan mitra korporasi bahwa dampak dan imbal hasil dapat tumbuh bersama," kata Alvin Evander.

MDI Ventures ke depannya akan terus mengarahkan fokus investasi pada sektor penting seperti kecerdasan buatan, perlindungan siber, serta teknologi blockchain. Perusahaan mengharapkan white paper ini dapat menjadi acuan utama bagi rekan investor, mitra badan usaha milik negara, regulator, dan para founder.

Artikel terkait

Rekomendasi