Mayapada Hospital Hadirkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Diagnosis Kanker

Mayapada Hospital Hadirkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Diagnosis Kanker
Foto: Ilustrasi Mayapada Hospital Hadirkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Diagnosis Kanker.

Mayapada Healthcare Group memperkuat layanan Oncology Center mereka dengan memperkenalkan teknologi Kedokteran Nuklir dan Teranostik mutakhir. Fasilitas ini hadir melalui perangkat PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS).

Dilansir dari Detik Health, langkah ini bertujuan meningkatkan standar perawatan kanker melalui pencitraan tingkat seluler dan molekuler. Teknologi tersebut mampu memantau aktivitas serta metabolisme sel tubuh dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Kehadiran inovasi ini menjadi bagian strategis dalam mengintegrasikan ekosistem layanan kanker di seluruh jaringan rumah sakit. Pasien kini dapat menjalani proses dari diagnosis hingga terapi secara menyeluruh dalam satu alur yang lebih cepat.

Perangkat dari Siemens Healthineers di MHJS ini menawarkan keunggulan berupa pemindaian seluruh tubuh dengan hasil pencitraan lebih tajam. Selain itu, dosis radiofarmaka yang digunakan lebih rendah sehingga meminimalkan paparan radiasi pada pasien.

"Investasi Mayapada Healthcare pada alat diagnostik canggih PET-CT dan SPECT-CT ini bukan sekadar penambahan teknologi, tetapi bagian dari komitmen kami dalam membangun ekosistem Oncology Center yang lengkap dan modern," kata President Director & CEO Mayapada Healthcare Navin Sonthalia.

Navin Sonthalia menambahkan bahwa investasi ini memastikan pasien mendapatkan diagnosis akurat dan terapi tepat tanpa harus ke luar negeri. Fasilitas ini juga sejalan dengan pembangunan Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan sebagai pusat layanan kanker advanced.

"Kami memastikan pasien mendapatkan diagnosis yang akurat, terapi yang tepat, dan harapan hidup yang lebih baik, tanpa harus ke luar negeri," ujar Navin dalam keterangan tertulis pada Senin (4/5/2026).

Pihak manajemen berencana melakukan ekspansi teknologi serupa ke unit lain pada tahun depan. PET-CT dan SPECT-CT akan dihadirkan di Tangerang dan Surabaya, sementara unit Bandung akan menerima perangkat PET-CT.

"Tahun depan, kami akan menghadirkan PET-CT dan SPECT-CT di Mayapada Hospital Tangerang (MHTG) dan Surabaya (MHSB), serta PET-CT di Mayapada Hospital Bandung (MHBD), sebagai bagian dari strategi Mayapada Healthcare untuk meningkatkan kualitas layanan di seluruh jaringan," tutur Navin.

Upaya penguatan layanan ini turut didukung oleh kolaborasi klinis dengan mitra internasional seperti Apollo Hospitals India dan National University Hospital Singapura. Standar keselamatan pasien juga dipastikan melalui akreditasi Joint Commission International (JCI).

"Penguatan layanan ini turut didukung kolaborasi klinis dengan mitra strategis kelas dunia seperti Apollo Hospitals India, National University Hospital (NUH) Singapura, dan lainnya serta penerapan standar internasional Joint Commission International (JCI) yang telah diraih MHJS, dengan fokus pada keselamatan pasien dan akurasi di setiap tahap perawatan," kata Navin.

Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Fiktorius Kuludong, MM, menjelaskan bahwa MHJS kini menjadi pusat layanan kanker dengan pendekatan Comprehensive Cancer Care. Tim Patient Navigator dikerahkan untuk mendampingi setiap perjalanan medis pasien.

"Dalam menangani kasus kanker kompleks, kami berkomitmen pada We Walk Every Journey with C.A.R.E (Compassion, Advanced, Responsive, Experts) di mana kami menemani setiap perjalanan pasien (patient journey) melalui pendampingan menyeluruh oleh tim Patient Navigator," kata dr. Fiktorius.

Koordinasi perawatan di fasilitas ini didukung oleh Tumor Board, yakni tim dokter multidisiplin yang memastikan penanganan kasus bersifat terpersonalisasi. Fokus utamanya adalah memberikan kenyamanan dan efektivitas bagi keluarga serta pasien selama masa pengobatan.

"Agar pasien dan keluarga mendapatkan alur perawatan yang lebih terkoordinasi, efektif, dan nyaman, didukung teknologi advanced, serta keahlian dan kolaborasi aktif tim dokter multidisiplin dalam Tumor Board yang memastikan setiap kasus ditangani secara komprehensif, berbasis bukti, dan terpersonalisasi dengan pendekatan patient-centered care," lanjut dr. Fiktorius.

Teknologi PET-CT dan SPECT-CT ditempatkan di Nuclear Medicine & Molecular Theranostic Center. Selain diagnosis, fasilitas ini memungkinkan terapi target yang spesifik pada sel kanker dengan dampak minimal terhadap jaringan sehat di sekitarnya.

Proses terapi dilakukan di Radioactive Isolation Room (RIR) yang dirancang khusus dengan sistem keamanan radiasi tinggi. Ruangan ini tetap dilengkapi jendela alami untuk memastikan kenyamanan psikologis pasien selama menjalani prosedur isolasi.

Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Lim Andreas, SpKN, menekankan pentingnya kepastian diagnosis bagi pasien suspek kanker. PET-CT berperan dalam mendeteksi penyebaran, sementara SPECT-CT menilai fungsi organ secara mendalam.

"PET-CT dan SPECT-CT memiliki peran yang sangat krusial bagi banyak pasien kanker, baik dalam deteksi dini, maupun dalam penegakan diagnosis dan deteksi kekambuhan kanker, serta memantau respons terapi secara akurat," kata dr. Andreas.

Ia menjelaskan bahwa PET-CT mengevaluasi metabolisme sel, sedangkan SPECT-CT sangat krusial untuk perencanaan terapi yang lebih mendetail. Seluruh prosedur menggunakan dosis radiofarmaka yang aman dan sesuai standar medis internasional.

"Keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi, di mana PET-CT berperan dalam mengevaluasi aktivitas/metabolisme sel untuk mendeteksi penyakit, menentukan penyebaran, hingga memantau respons terapi, sementara SPECT-CT dapat digunakan untuk menilai fungsi berbagai organ, serta untuk perencanaan terapi," ujar dr. Andreas.

Distribusi radiofarmaka dalam tubuh biasanya membutuhkan waktu antara 30 hingga 180 menit untuk mencapai hasil pemindaian optimal. Hal ini mendukung tim dokter lintas unit dalam mengambil keputusan klinis yang lebih akurat dan terintegrasi.

"Seluruh prosedur dilakukan dengan radiofarmaka dosis aman sesuai standar, yang dalam waktu 30180 menit terdistribusi optimal, untuk menghasilkan pemindaian menyeluruh sekaligus mendukung terapi yang lebih presisi dan personal," kata dr. Andreas.

Kolaborasi dengan Siemens Healthineers juga mencakup program transfer pengetahuan bagi tenaga medis. Hal ini bertujuan agar penggunaan teknologi diagnostik tersebut dapat memberikan hasil klinis terbaik bagi masyarakat Indonesia.

"Dengan integrasi teknologi ini, kolaborasi tim dokter multidisiplin dapat berjalan lebih optimal, sehingga setiap keputusan klinis dan perencanaan terapi semakin komprehensif dan akurat, serta berfokus pada hasil klinis terbaik bagi pasien," kata dr. Andreas.

President Director Siemens Healthineers Indonesia, Alfred Fahringer, menyatakan rasa bangganya atas sinergi ini. Kemitraan jangka panjang tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap diagnostik kanker yang presisi di tengah meningkatnya beban penyakit kanker.

"Kami bangga berkolaborasi dengan Mayapada Healthcare yang mencerminkan sinergi antara inovasi teknologi kami dan keunggulan Mayapada Healthcare dalam kemampuan klinis, serta kapabilitas kuat dalam menghadirkan layanan yang berfokus pada patient experience dan patient outcomes," tutur Alfred.

Alfred juga mengapresiasi konsistensi Mayapada dalam menerapkan standar mutu internasional. Fokus utama kerja sama ini adalah efisiensi praktik klinis dan penguatan layanan onkologi yang terintegrasi secara nasional.

"Di tengah meningkatnya beban kanker di Indonesia, kemitraan jangka panjang ini bertujuan untuk memperluas akses terhadap diagnostik kanker yang presisi, meningkatkan efisiensi praktik klinis, serta memperkuat keunggulan klinis," pungkas Alfred.

Artikel terkait

Rekomendasi