Mayapada Healthcare (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk) menyelenggarakan simposium internasional bertema 'Global Best Practices in Advancing Total Knee Replacement' di Grand Ballroom Kempinski Hotel, Jakarta, pada Selasa (14/4/2026). Acara ini bertujuan mempercepat transformasi layanan ortopedi di Indonesia melalui penerapan teknologi robotik dan protokol medis berstandar global.
Forum ilmiah ini melibatkan mitra strategis Johnson & Johnson MedTech South East Asia serta menghadirkan pakar ortopedi dari Amerika Serikat, India, Singapura, dan Indonesia. Dilansir dari Detik Health, inisiatif ini diambil guna merespons tingginya kebutuhan layanan osteoartritis sekaligus menekan angka pasien yang mencari pengobatan ke luar negeri.
Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menegaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan bagian dari strategi meningkatkan daya saing layanan kesehatan nasional. Perusahaan berkomitmen menghadirkan inovasi medis yang presisi bagi masyarakat Indonesia.
"Dengan menghadirkan kolaborasi internasional, kami ingin memastikan pasien di Indonesia dapat merasakan standar perawatan ortopedi terbaik dunia tanpa harus ke luar negeri. Ini adalah komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi dan kualitas layanan setara global, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan berstandar dunia melalui dukungan teknologi canggih, tim multidisiplin, dan jejaring internasional," ujar Navin Sonthalia, Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare.
Pengembangan teknologi operasi penggantian sendi lutut menjadi sorotan utama, terutama terkait akurasi tindakan medis. Prof. Dr. dr. Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT(K) menjelaskan bahwa integrasi sistem robotik memberikan dampak signifikan bagi keberhasilan prosedur pembedahan.
"Kemajuan teknologi mendorong perubahan signifikan dalam tindakan Total Knee Replacement, sehingga prosedur kini semakin presisi berkat dukungan teknologi modern, termasuk sistem berbasis robotik. Hal ini memungkinkan tindakan yang lebih akurat sekaligus mendukung proses pemulihan pasien yang lebih optimal," ujar Prof. Dr. dr. Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT(K), Keynote Speaker.
Pakar ortopedi kelas dunia, Prof. Nicolaas C. Budhiparama, menekankan bahwa fokus utama medis saat ini telah bergeser pada kualitas pemulihan pasien. Penggunaan teknologi terkini seperti VELYSÔäó Robotic-Assisted Solution dinilai mampu memberikan hasil yang lebih konsisten dan meminimalisir rasa nyeri pasca-operasi.
"Pasien tidak lagi hanya mencari hasil operasi yang baik, tetapi juga pemulihan yang cepat dan minim nyeri. Dengan teknologi seperti VELYSÔäó Robotic-Assisted Solution serta desain implan yang tepat, kita dapat memberikan hasil yang lebih konsisten dan optimal bagi pasien," jelas Prof. Nicolaas C. Budhiparama, MD, PhD (LUMC, NL), PhD (UGM, ID), Sp.OT(K), FICS.
Sisi kolaborasi multidisiplin juga menjadi poin krusial dalam keberhasilan penanganan kasus ortopedi yang kompleks. Brigjen TNI dr. Sunaryo Kusumo, Sp.OT(K) menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai spesialis untuk meningkatkan akurasi diagnosis.
"Praktik ortopedi modern selalu meningkatkan kolaborasi tim multidisiplin agar pasien bisa pulih lebih cepat, dengan melibatkan berbagai spesialis dalam menentukan penanganan terbaik. Pendekatan ini terbukti meningkatkan akurasi diagnosis serta hasil klinis pasien, terutama pada kasus-kasus kompleks," ujar Brigjen TNI dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT(K).
Dari perspektif internasional, Kevin Perry dari Mayo Clinic Amerika Serikat menekankan bahwa pemilihan desain implan sangat krusial bagi pasien usia muda yang tetap aktif. Teknologi robotik membantu memastikan stabilitas dan fungsi sendi jangka panjang sesuai anatomi pasien.
"Di Amerika Serikat, kami melihat peningkatan signifikan kasus penggantian sendi lutut, termasuk pada pasien usia lebih muda yang tetap aktif. Dalam konteks ini, desain implan menjadi sangat krusial, tidak hanya untuk keberhasilan operasi, tetapi juga untuk daya tahan, stabilitas, dan fungsi sendi jangka panjang. Evolusi desain implan modern memungkinkan pendekatan yang lebih personal sesuai anatomi pasien, dan ketika dikombinasikan dengan teknologi seperti robotic-assisted surgery, presisi serta konsistensi outcome semakin meningkat. Pendekatan ini juga telah menjadi fokus di Mayapada Hospital, yang didukung oleh VELYSÔäó Robotic-Assisted Solution sebagai bagian dari praktik ortopedi modern untuk mencapai hasil klinis optimal dan pemulihan yang lebih cepat," ujar Kevin Perry, MD, Orthopedic Surgeon Mayo Clinic USA.
Dr. Liow Ming Han Lincoln dari Singapore General Hospital menambahkan bahwa implementasi teknologi robotik di Asia Tenggara telah menunjukkan hasil klinis yang lebih stabil. Hal ini menandai kemajuan signifikan bagi standar ortopedi di kawasan regional.
"Pengalaman awal penggunaan VELYSÔäó Robotic-Assisted Solution untuk prosedur penggantian sendi lutut sebagian (Unicompartmental Knee Arthroplasty) di Asia Tenggara menunjukkan peningkatan presisi dan hasil klinis yang lebih konsisten. Ini menjadi langkah penting dalam mendorong standar ortopedi yang lebih maju di kawasan," ujar Dr. Liow Ming Han Lincoln, Consultant Orthopaedic Surgeon (Adult Reconstruction) Singapore General Hospital.
Terakhir, Prof. Rajesh Malhotra dari Apollo Hospital New Delhi menyoroti bahwa kualitas layanan kesehatan ditentukan oleh konsistensi seluruh sistem perawatan. Simposium ini dipandang sebagai cerminan nyata dari praktik terbaik ortopedi global yang diintegrasikan ke dalam sistem rumah sakit.
"Kami menangani banyak kasus osteoartritis dan deformitas lutut kompleks yang membutuhkan pendekatan terstruktur dengan presisi tinggi. Pengalaman dalam jumlah kasus yang besar, didukung teknologi yang tepat serta pendekatan tim multidisiplin, menjadi kunci untuk menghasilkan outcome yang konsisten. Dalam ortopedi, hasil terbaik tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan operasi, tetapi juga oleh konsistensi dalam seluruh proses perawatan, mulai dari presisi tindakan, alur klinis yang terintegrasi, hingga kualitas keperawatan sebagai satu sistem. Pendekatan ini penting untuk memastikan hasil klinis yang optimal, pemulihan yang lebih cepat, serta pengalaman perawatan yang lebih baik bagi pasien. Kolaborasi seperti ini berperan penting dalam meningkatkan standar layanan antarnegara. Apa yang dilakukan Mayapada Hospital melalui simposium ini menjadi gambaran nyata praktik terbaik ortopedi global," tutur Dr. Prof. Rajesh Malhotra, Consultant Orthopaedic Surgeon Apollo Hospital New Delhi.