Aktris sekaligus warga Jakarta, Maudy Koesnaedi, memberikan apresiasi atas rencana Gubernur Pramono Anung untuk mentransformasi kawasan HR Rasuna Said, Kuningan, menjadi ikon baru kota pada Minggu (10/5/2026). Selain penataan kawasan, Pemerintah Provinsi Jakarta memproyeksikan area tersebut sebagai lokasi tambahan untuk kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau CFD.
Penetapan jalan utama di Jakarta Selatan tersebut sebagai pusat aktivitas publik bertujuan untuk mendistribusikan titik keramaian agar tidak hanya terpusat di lokasi tertentu, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Maudy menekankan bahwa aspek keamanan dan ketersediaan fasilitas bagi pejalan kaki harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan ikon baru tersebut.
"Pertama pastinya senang ya, karena mengangkat kembali nama tokoh sejarah dan semua jadi tahu sosok Rasuna Said. Kedua, sebagai ibu-ibu yang bawa anak, ingin juga aspek keselamatan, kenyamanan dan keamanan dari hal-hal kecil, misalnya trotoarnya lebih rapi, memperhatikan soal hak-hak pejalan kaki," kata Maudy, Aktris.
Pemeran tokoh Zaenab dalam serial Si Doel Anak Sekolahan ini memberikan catatan kritis agar Pemprov Jakarta mampu menciptakan daya tarik yang konsisten bagi pengunjung. Menurutnya, pemerataan destinasi wisata di seluruh titik Jakarta sangat diperlukan agar kepadatan masyarakat bisa terbagi secara merata.
"Karena Jakarta menurut aku tuh perlu banyak di- spread gitu ya, di beberapa titik gitu. Nah, gimana tuh caranya orang bisa lebih tertarik ke sini, ngumpul-ngumpul di sini," lanjut Maudy, Aktris.
Peningkatan fasilitas pendukung seperti kebersihan dan pengelolaan limbah juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan kawasan Kuningan tersebut. Hal ini berkaitan dengan sinkronisasi program pengelolaan lingkungan hidup yang sedang digalakkan oleh otoritas daerah setempat.
"Perlu ide berkelanjutan untuk menghidupkan program kampanye pilah sampah ini, tidak sekadar di momentum Pencanangan ini saja, tidak hanya di momen tertentu saja," tutup Maudy, Aktris.
Harapan tersebut mencakup penciptaan lingkungan yang ramah terhadap kelompok rentan, mulai dari anak-anak, perempuan, hingga wisatawan mancanegara. Pemprov Jakarta saat ini tengah mematangkan konsep teknis agar integrasi antara ruang publik dan program pilah sampah dapat berjalan secara beriringan di kawasan Rasuna Said.