PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menjadwalkan batas akhir periode kumulatif dividen atau cum dividen pada hari Kamis, 23 April 2026. Langkah korporasi ini memungkinkan para pemegang saham untuk mendapatkan pembagian laba dari kinerja keuangan tahun buku 2025.
Pengelola jaringan ritel ini mengalokasikan total dividen tunai mencapai Rp556.819.820.000 bagi para investor. Keputusan distribusi laba tersebut sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 15 April 2026.
Berdasarkan rincian pembagian, setiap pemegang saham akan memperoleh jatah dividen senilai Rp250 per lembar saham. Jika mengacu pada harga penutupan pasar sebelumnya, tingkat pengembalian atau dividend yield emiten ini berada pada angka yang cukup signifikan di industri ritel.
Dilansir dari Stocksetup, harga saham LPPF pada penutupan perdagangan Rabu, 22 April 2026, tercatat berada di level Rp1.970 per unit. Dengan nilai pembagian tersebut, potensi imbal hasil yang diterima investor mencapai kisaran 12,66 persen, jauh melampaui rata-rata bunga deposito rupiah saat ini.
Manajemen menetapkan jadwal pencatatan pemegang saham yang berhak atau recording date pada 27 April 2026. Setelah proses administrasi tersebut tuntas, perusahaan dijadwalkan bakal mengirimkan pembayaran dividen tunai kepada investor pada 4 Mei 2026.
Dasar penetapan dividen ini merujuk pada perolehan laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025 yang menyentuh angka Rp725,37 miliar. Selain laba bersih, perusahaan tercatat masih memiliki saldo laba ditahan sebesar Rp3,84 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp272,90 miliar.
Meskipun tingkat yield yang ditawarkan tergolong tinggi bagi para pencari pendapatan pasif, kondisi operasional perusahaan masih menghadapi tantangan berat. Penurunan kinerja keuangan yang terjadi mencerminkan adanya tekanan signifikan di sektor ritel fesyen akibat perubahan pola belanja masyarakat secara luas.