Massa Aksi Kamisan Tulis Surat Solidaritas untuk Aktivis Andrie Yunus

Massa Aksi Kamisan Tulis Surat Solidaritas untuk Aktivis Andrie Yunus
Foto: Ilustrasi Massa Aksi Kamisan Tulis Surat Solidaritas untuk Aktivis Andrie Yunus.

Peserta peringatan 28 tahun reformasi pada Aksi Kamisan ke-908 menggelar aksi solidaritas dengan menuliskan surat untuk aktivis KontraS, Andrie Yunus, di seberang Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026) sore. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Andrie yang sedang dirawat akibat disiram air keras oleh anggota TNI, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Sejumlah massa aksi terlihat duduk bersila di belakang barisan payung hitam untuk menuangkan pesan mereka. Surat-surat tersebut berisi doa kesembuhan, rasa haru, serta ucapan terima kasih atas dedikasi sang aktivis dalam membela hak-hak rakyat selama ini.

Salah seorang peserta aksi asal Kota Tangerang, Rino (24), memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan apresiasi yang belum sempat diutarakan secara langsung kepada Andrie. Rino merasa sangat terbantu oleh Andrie saat menyelesaikan skripsi mengenai demokrasi Indonesia setahun yang lalu.

"Saya juga ngucapin terima kasih banyak gitu ya, yang ini sebetulnya belum sempat saya sampaikan secara langsung ke Bang Andrie sejak setahun yang lalu, karena Bang Andrie itu dulu sangat-sangat membantu saya ketika saya menyelesaikan skripsi. Waktu itu skripsi saya memang tentang demokrasi Indonesia," kata Rino.

Selain menyampaikan rasa terima kasih, Rino turut mendoakan agar korban teror tersebut dapat segera pulih. Ia berharap agar insiden ini tidak memadamkan semangat Andrie dalam menyuarakan keadilan.

"Harapannya jelas Bang Andrie jangan sampai turun semangatnya, walaupun saya yakin Bang Andrie enggak akan turun semangatnya. Dan menurut saya pasti Bang Andrie justru bisa lebih menyala lagi, lebih vokal lagi menyuarakan hak-hak masyarakat, hak-hak rakyat kecil," ucap Rino.

Terkait penegakan hukum, Rino menuntut agar peradilan militer berjalan tegas dan mengadili oknum aparat negara yang terlibat tanpa pandang bulu. Ia juga mengajak masyarakat luas untuk tidak hanya bertumpu pada sosok Andrie dalam memperjuangkan hak asasi manusia.

"Jangan sampai kita semua ini hanya mengandalkan Bang Andrie dalam membela HAM dan demokrasi kita. Harus lahir Andri-Andri lainnya yang seberani Bang Andrie," tutur Rino.

Dukungan serupa juga mengalir dari kelompok mahasiswa yang hadir dalam aksi tersebut, salah satunya adalah Ale (21). Walaupun mengaku belum pernah bertatap muka langsung dengan Andrie, Ale merasa sangat terinspirasi oleh konsistensi perjuangan sang aktivis.

"Yang pasti (pesan di surat) terima kasih, karena udah berjuang sampai sejauh ini walaupun harga yang harus Bang Andrie bayar itu mahal sekali. Dan yang pasti adalah semangat dan semoga Tuhan meringankan dan memudahkan segala jalan pemulihan dan pembangkitannya," kata Ale.

Ale kemudian menyoroti jalannya proses hukum di peradilan militer yang dinilainya memiliki kejanggalan. Menurut dia, pihak berwenang seharusnya dapat dengan mudah mengungkap dalang utama di balik penyerangan tersebut.

"Harapannya semoga negara atau siapa pun pemangku kebijakan agar diluluhkan hatinya, rasanya enggak mungkin mereka enggak bisa mencari tahu siapa yang ada di baliknya," ucap Ale.

Kekecewaan terhadap situasi ini juga diutarakan oleh mahasiswa lain bernama Elki (21) yang melihat adanya ironi besar dalam kasus ini. Ia menilai tindakan Andrie adalah wujud cinta negara yang justru direspons dengan kekerasan oleh aparat.

"Aku secara garis besar minta maaf juga karena merasa seharusnya bisa berkontribusi lebih banyak, dan dia itu menginspirasi aku secara enggak langsung," ungkap Elki.

Meskipun mengaku pesimistis terhadap transparansi pengadilan militer, Elki berharap kasus penyiraman air keras ini dapat memicu gerakan perlawanan baru di kalangan generasi muda.

"Aku harap orang-orang di sana termasuk aku itu bisa lebih membakar api semangatnya lagi untuk terus berjuang bareng Bang Andrie," kata Elki.

Artikel terkait

Rekomendasi