Sebuah bangunan masjid di wilayah Pasir Jaya, Bogor Barat, Kota Bogor, ambruk dan hanyut terbawa arus sungai saat terjadi hujan deras pada Minggu (3/5/2026) malam pukul 18.30 WIB. Peristiwa ini terjadi setelah fondasi bangunan terkikis oleh debit air sungai yang meningkat secara drastis.
Dilansir dari Megapolitan, terjangan arus sungai tersebut menyebabkan struktur bangunan runtuh secara bertahap dalam tiga fase hingga menyisakan bagian mimbar imam saja. Sejumlah aset masjid termasuk beduk dan karpet dilaporkan hilang terbawa aliran air yang kuat.
Susanti, seorang warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut, menuturkan bahwa peningkatan debit air sungai terjadi secara bertahap sebelum akhirnya menggerus tembok pembatas di pinggir sungai. Menurutnya, keruntuhan total terjadi setelah beberapa bagian teras masjid jatuh terlebih dahulu.
"Bentengan bawah kosong abis teras atas ambruk. Udah gitu yang kedua kalinya teras ambruk dan yang terakhir semua bangunan masjid atapnya juga termasuk bedug juga ke bawah hanyut sampai tinggal jembatan aja sekarang," ujar Susanti, warga Gang Ago.
Situasi di lokasi kejadian sempat diwarnai kepanikan karena warga mendengar suara dentuman keras saat material bangunan menghantam dasar sungai. Warga yang terkejut segera berkumpul di lokasi sambil mengekspresikan rasa duka atas hilangnya tempat ibadah utama mereka.
"Semua denger itu langsung kita pada ramai warga pada teriak istighfar semua. Langsung kenceng bruk gitu pada kaget semua," tambah Susanti.
Meskipun kerusakan fisik tergolong berat, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden ini karena jemaah sudah meninggalkan lokasi sebelum bangunan roboh. Pemerintah Kota Bogor mengonfirmasi bahwa masjid tersebut sebenarnya sudah masuk dalam agenda rehabilitasi infrastruktur.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memberikan penjelasan mengenai status bangunan yang memang sudah mengalami kemiringan sebelum diterjang hujan deras. Penanganan lokasi terdampak saat ini menjadi perhatian pemerintah daerah.
"Itu juga sebetulnya sudah dalam rencana diagendakan oleh PUPR untuk perbaikan. Tapi karena hujannya turun kembali dengan cukup deras, tentu ini mengakibatkan kemarin bangunan yang sudah miring itu ya akhirnya tergerus," ujar Dedie A. Rachim, Wali Kota Bogor.