Jutaan jemaah yang mengunjungi Masjid Nabawi setiap tahun dapat mengonsumsi air Zamzam dengan aman. Kualitas air tetap terjaga meski lokasi masjid berada jauh dari sumber utama yang terletak di Makkah.
Otoritas Umum Pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menerapkan sistem pengawasan kualitas air Zamzam secara ketat dan berlapis sepanjang tahun. Langkah ini dilakukan melalui pengujian puluhan ribu sampel air dari berbagai titik distribusi di area masjid.
Prosedur tersebut bertujuan untuk memastikan air Zamzam yang dikonsumsi jemaah selalu higienis, aman, serta memenuhi standar kesehatan. Seperti dikutip dari Cahaya, otoritas Masjid Nabawi memeriksa lebih dari 30 ribu sampel air Zamzam setiap tahunnya berdasarkan laporan pada Ahad, 17 Mei 2026.
Infrastruktur distribusi air Zamzam di Masjid Nabawi dan seluruh pelataran mencakup lebih dari 10 ribu titik dispenser, sekitar 12 ribu botol air, serta 60 air mancur minum. Seluruh fasilitas ini dipantau secara berkala melalui pengambilan sampel terstruktur.
Dalam jangka waktu satu tahun, pengujian dilakukan pada reservoir utama sebanyak 1.640 kali. Pemeriksaan juga menyasar titik pengisian air sebanyak 5.000 kali, serta dispenser dan air mancur minum sebanyak 740 kali.
Pihak berwenang juga mengambil 13.750 sampel dari unit pendingin air Zamzam yang digunakan jemaah setiap hari. Selain itu, sebanyak 1.850 sampel dikumpulkan dari wadah penyimpanan air, 8.068 sampel dari truk tangki pengangkut, dan 750 sampel dari bak penampungan khusus.
Sistem Distribusi yang Aman bagi Jemaah
Pengawasan ketat ini tidak hanya mempermudah akses jemaah, tetapi juga menjaga kemurnian air selama proses penyaluran berlangsung. Dengan volume jemaah yang sangat besar setiap hari, sistem distribusi dirancang agar tetap steril ke ribuan titik layanan.
Pemerintah Arab Saudi terus memperkuat sistem pengelolaan dan pemantauan air Zamzam. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan demi mendukung kenyamanan serta keamanan seluruh jemaah yang sedang beribadah di Tanah Suci.