Masinis Tegaskan Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak

Masinis Tegaskan Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak
Foto: Ilustrasi Masinis Tegaskan Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak.

Masinis Madya UPT Crew KA Tanah Abang Daop 1 Jakarta, Septian Widi Subekti, menegaskan bahwa kereta api memiliki karakteristik teknis yang berbeda dengan kendaraan jalan raya sehingga tidak dapat melakukan pengereman secara mendadak pada Rabu (29/4/2026).

Pernyataan ini dilansir dari Megapolitan dalam program feature yang membahas tantangan profesi masinis saat menghadapi rintangan tiba-tiba di jalur perlintasan. Widi menekankan bahwa kecepatan dan beban rangkaian kereta membutuhkan ruang serta waktu tertentu untuk benar-benar berhenti total.

"Saya tidak bisa menghentikan kereta secepat itu, seperti mobil," ujar Widi, Masinis Madya UPT Crew KA Tanah Abang.

Dalam pengalamannya mengawal perjalanan kereta, Widi pernah menghadapi situasi kritis ketika seorang warga masuk ke area terlarang saat kereta sedang dipacu dalam kecepatan operasional.

"Saya lagi fokus ke depan, tiba-tiba ada anak sekolah menyeberang," kata Widi, Masinis Madya UPT Crew KA Tanah Abang.

Tanggung jawab besar dipikul oleh petugas di ruang kemudi lokomotif karena menyangkut nyawa banyak orang dalam satu rangkaian perjalanan.

"Masinis itu bukan sembarang profesi, karena ada kebanggaan tersendiri karena bawa amanah pelanggan sampai tujuan," kata Widi, Masinis Madya UPT Crew KA Tanah Abang.

Proses menjadi masinis di lingkungan PT KAI melibatkan seleksi ketat sejak tahun 2015 yang mencakup berbagai uji kompetensi dan pemeriksaan fisik mendalam.

"Kesehatannya itu harus grade A," katanya Widi, Masinis Madya UPT Crew KA Tanah Abang.

Prosedur standar sebelum dinas mewajibkan masinis melakukan asesmen kesehatan, melapor kepada penyelia, hingga memeriksa kondisi sarana di stasiun atau depo untuk memastikan keamanan rangkaian.

Kewaspadaan pengguna jalan di pelintasan sebidang menjadi faktor kunci dalam meminimalkan risiko kecelakaan yang berdampak pada keselamatan publik dan kelancaran jadwal perjalanan.

"Ketika mau melintas di pelintasan sebidang harus lebih fokus," ujarnya Widi, Masinis Madya UPT Crew KA Tanah Abang.

Artikel terkait

Rekomendasi