Mantan Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi dilaporkan meninggal dunia di Riyadh, Arab Saudi, pada Kamis (28/5/2026) setelah mengalami krisis kesehatan mendadak. Informasi mengenai wafatnya pemimpin yang berusia sekitar 80-an tahun ini dikonfirmasi oleh seorang sumber di kepresidenan Yaman, dilansir dari Media Indonesia.
Kondisi politik memaksa Hadi menetap di Arab Saudi sejak tahun 2015 setelah meletusnya perang saudara di negaranya. Pemberontak Houthi yang mendapatkan dukungan dari Iran berhasil menguasai ibu kota Sanaa, sementara koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi.
Kekuasaan Hadi akhirnya diserahkan kepada Dewan Kepemimpinan Kepresidenan (PLC) pada April 2022 akibat tekanan diplomatik yang kuat. Momentum pengalihan kekuasaan tersebut berlangsung bersamaan dengan dimulainya gencatan senjata yang difasilitasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hingga saat ini, Yaman masih terbagi menjadi wilayah utara yang berada di bawah kendali Houthi dan wilayah selatan yang dipimpin oleh pemerintah dengan dukungan berbagai faksi. Walaupun gencatan senjata sebagian besar masih bertahan, negara tersebut tetap berada dalam krisis kemanusiaan yang parah.
Almarhum merupakan perwira militer karier kelahiran tahun 1945 yang menyelesaikan pendidikan perwira pada 1964. Hadi sempat menempuh pelatihan militer di Inggris serta mendalami spesialisasi senjata lapis baja di Mesir hingga tahun 1970.
Awal kepemimpinan Hadi dimulai pada tahun 2012 setelah protes Arab Spring memaksa Ali Abdullah Saleh mundur dari jabatan yang telah dipegangnya selama 33 tahun. Hadi memenangi pemilihan umum sebagai kandidat tunggal dengan perolehan 99,8 persen suara.
Namun, masa jabatannya justru diwarnai oleh eskalasi konflik yang masif dan menghancurkan negara. Houthi menyerbu Sanaa pada 2014 dan sempat menjadikan Hadi tahanan rumah pada awal 2015 sebelum ia melarikan diri ke Aden lalu ke Riyadh.
PBB menyebut situasi di Yaman sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia akibat konflik berkepanjangan tersebut. Selain aktif di dunia militer dan politik, Hadi juga merupakan penulis buku pertahanan militer di wilayah pegunungan yang meninggalkan seorang istri dan beberapa anak.