| ÔùÅ MAMI sarankan fokus saham fundamental kuat guna mitigasi risiko jika Indonesia turun kelas di indeks MSCI. ÔùÅ Penurunan indeks berpotensi picu tekanan jual asing besar, namun membuka peluang beli di valuasi murah. ÔùÅ BEI dan regulator dinilai serius benahi struktur pasar melalui transparansi data yang lebih granular. |
| ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ |
JAKARTA, investortrust.id ÔÇô Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menyarankan investor untuk fokus mengambil posisi portofolio di saham-saham yang memiliki fundamental baik dengan valuasi murah.
Hal itu diungkap sebagai mitigasi kemungkinan terburuk, bila MSCI menurunkan kelas Indonesia menjadi frontier market.
ÔÇ£Tentunya akan ada tekanan jual yang besar dari investor asing yang harus melakukan penyesuaian portofolio. Ada pula investor yang mencari peluang untuk membeli saham di valuasi yang sangat murah. Market clearing event akan terjadi,ÔÇØ tegas Senior Portfolio Manager Equity Manulife Aset Manajemen Indonesia, Rizki Ardhi, dikutip pada Kamis (16/4/2026).
Dia mengatakan, portofolio saham berfundamental kuat, mampu menghasilkan free cash flow yang bisa digunakan untuk membagikan dividen atau melakukan buyback.
Rizki juga meyakini, saham-saham itu memiliki probabilitas yang lebih besar untuk menarik perhatian investor saat valuasinya turun.
Tenggat waktu terkait teguran MSCI semakin dekat, MAMI menilai bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) dan regulator lain memperlihatkan keseriusan besar dalam membenahi struktur pasar dan menerima masukan para pelaku pasar.
ÔÇ£Ketersediaan data yang lebih granular dan transparan, serta keterbukaan informasi yang jauh lebih baik, merupakan perkembangan yang sangat positif bagi pasar,ÔÇØ pungkasnya.