Maman Imanulhaq Desak Patroli Siber Berbasis AI Tangani Judi Online Anak

Maman Imanulhaq Desak Patroli Siber Berbasis AI Tangani Judi Online Anak
Foto: Ilustrasi Maman Imanulhaq Desak Patroli Siber Berbasis AI Tangani Judi Online Anak.

Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq mendesak pemerintah untuk segera mengimplementasikan patroli siber berbasis kecerdasan buatan atau AI guna menanggulangi paparan judi daring pada anak. Langkah ini merespons temuan sebanyak 200.000 anak yang telah terpapar aktivitas perjudian digital tersebut pada Jumat (15/5/2026).

Data mengenai ratusan ribu anak yang menjadi korban tersebut menuntut penanganan yang lebih canggih daripada sekadar pemblokiran situs konvensional, sebagaimana dilansir dari Nasional. Penegasan mengenai perlunya sistem pengawasan yang proaktif disampaikan oleh perwakilan legislatif tersebut dalam keterangannya kepada media.

"Pemerintah tidak boleh hanya memblokir situs, karena pelaku judi online selalu membuat platform baru. Harus ada sistem pengawasan berbasis AI dan patroli siber yang aktif menelusuri aplikasi, media sosial, hingga permainan digital yang menyisipkan unsur perjudian," kata Maman Imanulhaq, Anggota Komisi VIII DPR.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mendorong aparat penegak hukum untuk tidak hanya menyasar pengguna, melainkan fokus pada bandar dan afiliator. Penguatan literasi digital bagi para orang tua dianggap krusial agar gawai tidak menggantikan peran pengasuhan di rumah.

"Orang tua perlu meningkatkan literasi digital, membatasi akses gawai, mengawasi aplikasi yang digunakan anak, dan membangun komunikasi yang hangat di rumah. Jangan sampai gadget menjadi ÔÇ£pengasuh utamaÔÇØ anak," ucap Maman Imanulhaq, Anggota Komisi VIII DPR.

Sektor pendidikan turut diminta berperan aktif dalam memberikan pemahaman mengenai bahaya adiksi serta dampak psikologis dari judi daring. Maman menekankan bahwa pembentukan karakter dan nilai moral merupakan pertahanan utama bagi generasi muda di tengah lingkungan digital.

"Pendidikan karakter, penguatan akhlak, dan nilai agama menjadi benteng penting menghadapi budaya digital yang destruktif," ujar Maman Imanulhaq, Anggota Komisi VIII DPR.

Selain itu, Maman menuntut adanya tanggung jawab dari pengelola platform digital untuk membersihkan segala bentuk promosi perjudian yang kerap disamarkan dalam gim maupun tayangan langsung. Ia menilai penyelesaian masalah ini memerlukan kolaborasi lintas sektoral dari kementerian, tokoh agama, hingga komunitas digital.

"Yang paling mengkhawatirkan, judi online merusak cara berpikir anak. Mereka diajarkan bahwa uang bisa didapat secara instan tanpa kerja keras. Ini berbahaya bagi mentalitas generasi muda dan dapat menghancurkan produktivitas bangsa ke depan," tegas Maman Imanulhaq, Anggota Komisi VIII DPR.

Artikel terkait

Rekomendasi