Kondisi makroekonomi global diproyeksikan menjadi penggerak utama pergerakan pasar aset kripto di sepanjang tahun 2026, seperti dilansir dari Personalfinance pada Jumat (26/12/2025). Meskipun dibayangi potensi volatilitas jangka pendek, awal tahun ini memperlihatkan prospek yang relatif konstruktif.
Faktor pendukung utama pasar digital tersebut dipengaruhi oleh keberlanjutan minat investor institusional, stabilitas makroekonomi global, dan kematangan ekosistem blockchain. COO Upbit Indonesia Resna Raniadi menjelaskan kondisi penguatan ekosistem tersebut.
"Penguatan use case seperti tokenisasi aset, decentralized finance, dan integrasi blockchain dengan sistem keuangan tradisional,berpotensi memberikan fondasi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi pasar kripto ke depan," jelas Resna Raniadi, COO Upbit Indonesia.
Di sisi lain, tantangan juga masih membayangi pelaku pasar digital akibat minimnya katalis positif dalam jangka pendek. Analyst Reku Fahmi Almuttaqin menilai pasar saat ini berada di tengah kombinasi ketidakpastian makro dan risiko politik global.
"Ketidakpastian terbesar adalah arah kebijakan The Fed. Jika tingkat pengangguran terus meningkat, tekanan untuk memangkas suku bunga akan semakin besar. Apabila suku bunga The Fed turun ke bawah 3%, ini berpotensi mengubah peta permainan dan mendorong arus modal kembali ke aset berisiko seperti kripto," ungkap Fahmi Almuttaqin, Analyst Reku.
Fahmi menambahkan bahwa penurunan suku bunga tersebut berpotensi menaikkan partisipasi institusional. Hal ini sejalan dengan semakin bervariasinya produk seperti ETF altcoin spot serta matangnya infrastruktur regulasi di berbagai negara.