Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Solidaritas Mahasiswa Papua di Kota Jayapura, Papua, berakhir dengan bentrokan fisik. Demonstrasi ini berlangsung secara serentak di sejumlah titik strategis seperti Jayapura, Nabire, Timika, hingga Wamena di Kabupaten Jayawijaya.
Insiden kericuhan mulai pecah ketika massa melakukan long march dari arah Expo Waena dan Perumnas III menuju Lingkaran Abepura. Dilansir dari Kompas, situasi memanas saat aparat kepolisian berupaya menghadang laju pergerakan para demonstran.
Kelompok massa yang tidak menerima penghadangan tersebut kemudian memberikan perlawanan. Berdasarkan laporan di lapangan, para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah petugas yang berjaga di lokasi kejadian.
Guna meredam eskalasi massa, pihak kepolisian mengambil tindakan tegas dengan menembakkan meriam air atau water cannon serta gas air mata. Langkah ini dilakukan untuk memecah kerumunan yang semakin tidak terkendali.
Aparat kemudian mengarahkan para demonstran menuju area kampus Universitas Cenderawasih serta Universitas Sains dan Teknologi Jayapura. Upaya ini bertujuan agar massa dapat berkumpul kembali dengan peserta aksi lainnya di titik Lingkaran Abepura secara lebih tertib.
Dampak dari bentrokan yang terjadi dalam aksi demonstrasi tersebut cukup signifikan. Tercatat sebanyak tiga anggota kepolisian dan satu orang dari pihak demonstran dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.