Emmanuel Macron Pastikan Kapal Prancis Bukan Target Penembakan Selat Hormuz

Emmanuel Macron Pastikan Kapal Prancis Bukan Target Penembakan Selat Hormuz
Foto: Ilustrasi Emmanuel Macron Pastikan Kapal Prancis Bukan Target Penembakan Selat Hormuz.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengonfirmasi bahwa kapal milik negaranya yang terkena tembakan di Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026) bukan merupakan target serangan yang direncanakan. Insiden tersebut terjadi di tengah ketegangan jalur perdagangan energi global yang melibatkan otoritas Iran dan Amerika Serikat.

Dilansir dari Kompas, Macron menjelaskan bahwa situasi tersebut telah dikoordinasikan melalui komunikasi antara intelijen dan perusahaan pelayaran. Ia menilai insiden tersebut merupakan dampak dari perubahan posisi Iran menyusul kebijakan blokade terbatas yang diterapkan oleh Amerika Serikat di wilayah tersebut.

"Terkait apa yang terjadi dalam beberapa jam terakhir di Selat Hormuz: Prancis tidak secara khusus menjadi target atau diserang, setelah adanya pembicaraan antara otoritas Iran dan perusahaan pelayaran, serta antara badan intelijen Iran dan berbagai negara yang terlibat," kata Emmanuel Macron, Presiden Prancis.

Kepala Negara Prancis tersebut mengamati adanya pergerakan kapal tanker dan kontainer yang mulai meninggalkan Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir. Namun, ia menyayangkan adanya eskalasi ketegangan terbaru yang memicu dikeluarkannya tembakan peringatan kepada kru kapal.

"Saya pikir ini adalah kesalahan dari kedua belah pihak. Mereka kemudian mengeluarkan peringatan dan menembakkan tembakan peringatan, yang membuat para awak kapal berbalik arah, dan itu adalah keputusan yang tepat," kata Emmanuel Macron, Presiden Prancis.

Macron memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan materiel dalam peristiwa tersebut. Ia menekankan bahwa Prancis berkomitmen untuk tetap menjaga situasi agar tidak berujung pada eskalasi konflik yang lebih luas, sembari tetap menuntut pembukaan jalur pelayaran internasional secara penuh.

"Semua pihak harus kembali tenang. Kita harus kembali pada keputusan yang telah disepakati pada hari Jumat. Kita harus mempertahankan gencatan senjata, termasuk di Lebanon, selama mungkin," ucap Emmanuel Macron, Presiden Prancis.

Di sisi lain, perusahaan pelayaran CMA CGM mengonfirmasi bahwa armada mereka yang menjadi sasaran tembakan peringatan pada Sabtu lalu berada dalam kondisi aman. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memberikan respons keras melalui media sosial pada Minggu (19/4/2026).

ÔÇ£Iran memutuskan untuk menembakkan peluru kemarin di Selat HormuzÔÇöpelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata kita!ÔÇØ tulis Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Selat Hormuz menjadi titik krusial karena merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas dunia yang sempat ditutup sejak pecahnya perang pada Februari 2026. Meskipun sempat dibuka pada Jumat (17/4/2026), Iran kembali menutup jalur tersebut sebagai reaksi atas tindakan blokade yang dilakukan Amerika Serikat terhadap kapal-kapal dari pelabuhan Iran.

Artikel terkait

Rekomendasi