Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka pendaftaran program beasiswa kemitraan jenjang S2 bersama University College Dublin (UCD), Irlandia. Seperti diberitakan oleh Edukasi, program bertajuk LPDPÔÇôUCD Program Master Tahun 2026 ini telah dapat diakses oleh pendaftar sejak 10 April 2026.
Melalui program ini, putra-putri terbaik Indonesia berkesempatan menempuh pendidikan S2 satu gelar dengan durasi maksimal 12 bulan atau 1 tahun. Proses perkuliahan dijadwalkan mulai berjalan pada September 2026 sebagai upaya mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang prioritas pembangunan nasional.
Pihak penyelenggara menyediakan lebih dari 30 program studi unggulan yang mencakup sektor teknik dan arsitektur, sains dan teknologi, kesehatan dan biomedis, serta pertanian dan lingkungan. Beberapa jurusan spesifik yang tersedia meliputi robotics, data science, nanotechnology, hingga precision medicine.
"Para pendaftar diwajibkan melakukan pendaftaran secara bersamaan ke University College Dublin (UCD) dan LPDP melalui laman resmi masing-masing," bunyi pengumuman di situs LPDP.
Proses seleksi kandidat bakal menerapkan tahapan administrasi dan substansi. Syarat utama untuk mengikuti beasiswa ini meliputi kelulusan jenjang D4 atau S1 dengan IPK minimal 3,00 skala 4,00, serta penguasaan bahasa Inggris dengan skor TOEFL iBT minimal 80 atau IELTS minimal 6.5 dari sertifikat yang berusia maksimal 2 tahun.
Pendaftar wajib berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), yang mencakup masyarakat umum serta aparat negara seperti CPNS, PNS, anggota TNI, dan anggota POLRI. Calon peserta juga diharuskan sudah mendaftar ke UCD dan melampirkan bukti pendaftaran tersebut saat mengajukan beasiswa.
Program ini ditujukan khusus bagi lulusan D4 atau S1 yang belum memiliki gelar S2. Bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri, terdapat kewajiban melampirkan penyetaraan ijazah, konversi IPK, serta bukti pengajuannya.
Masyarakat yang tengah menempuh perkuliahan tetap diizinkan mendaftar dengan ketentuan mengambil program studi atau kampus yang berbeda. Pendaftar tersebut wajib mengundurkan diri dan resmi keluar dari kampus lama sebelum ditetapkan sebagai penerima beasiswa.
Syarat administrasi lainnya mencakup kewajiban mengunggah surat rekomendasi yang diterbitkan maksimal 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran. Bagi pendaftar berstatus CPNS atau PNS, wajib menyertakan surat usulan dari instansi minimal dari pejabat eselon II.
PNS dengan jabatan fungsional diharuskan melampirkan SK jabatan atau pangkat terakhir. Sementara itu, pendaftar dari unsur TNI atau POLRI wajib menyertakan surat usulan resmi yang dikeluarkan oleh Mabes TNI atau Mabes POLRI.
Lulusan sekolah kedinasan yang belum berstatus CPNS diperbolehkan mendaftar dengan melampirkan surat keterangan khusus. Peserta juga diwajibkan memilih kampus serta program studi yang sesuai dengan regulasi ketat dari LPDP.
Ketentuan Perkuliahan dan Batas Usia
Sistem perkuliahan yang diperbolehkan dalam program ini adalah kelas full-time, kerja sama, atau multi kampus yang memegang LoA dari satu kampus. LPDP melarang keras penggunaan beasiswa ini untuk kelas eksekutif, karyawan, jarak jauh, maupun jenis kelas non-reguler lainnya.
Pendaftar diwajibkan menyetujui surat pernyataan resmi LPDP, mengisi profil diri secara lengkap termasuk riwayat studi yang tidak selesai, menulis personal statement, serta menyusun rencana kontribusi ke Indonesia yang berfokus pada sektor strategis. Riwayat pengalaman organisasi atau prestasi juga dapat dicantumkan jika ada.
Batasan usia maksimal bagi pendaftar beasiswa ini disesuaikan dengan latar belakang profesi masing-masing perwakilan. Kategori pendaftar umum memiliki batas usia kurang atau sama dengan 35 tahun, sedangkan bagi CPNS atau PNS batasnya adalah kurang atau sama dengan 37 tahun.
Bagi aparatur sipil dengan jabatan fungsional atau profesi dosen, batas usia maksimal ditetapkan kurang atau sama dengan 42 tahun. Untuk pendaftar yang berasal dari lingkungan mutlak TNI maupun POLRI, batas usia yang dipersyaratkan adalah kurang atau sama dengan 40 tahun.