Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Kementerian Koperasi mengambil peran strategis dalam ajang Heritage in Motion: Collective, Culture, Craft & Culinary di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Seperti dikutip dari Suara, keterlibatan ini menjadi bagian dari kolaborasi bersama Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih dan Dekranasda setempat.
LPDB Koperasi menghadirkan booth Coaching Clinic yang berfungsi sebagai pusat edukasi dan konsultasi bagi masyarakat maupun pengelola koperasi. Layanan ini mencakup informasi pembiayaan dana bergulir, penguatan struktur lembaga, hingga perumusan strategi pengembangan usaha yang berbasis pada potensi lokal daerah.
Pembina Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming, melakukan peninjauan langsung ke area layanan tersebut di sela-sela agenda kegiatan. Selvi mengamati proses edukasi yang diberikan petugas kepada para pelaku koperasi terkait kemudahan akses modal dan penguatan manajemen organisasi.
Lokasi kegiatan yang berada di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkokoh ekosistem industri kreatif. Fokus utamanya menyasar sektor wastra, kerajinan tangan, serta kuliner khas yang menjadi keunggulan wilayah tersebut.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, memberikan penjelasan bahwa partisipasi dalam agenda Seruni merupakan manifestasi dukungan pemerintah untuk memperluas jangkauan pembiayaan. Tujuannya agar koperasi memiliki daya saing tinggi dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat.
Menurut Krisdianto, koperasi memegang peranan lebih dari sekadar lembaga keuangan, melainkan wadah pemberdayaan yang menyatukan unsur budaya dan kreativitas. Melalui model ini, potensi ekonomi lokal dapat dikonversi menjadi kekuatan pembangunan yang memiliki keberlanjutan jangka panjang.
Layanan di booth Coaching Clinic memungkinkan para pengurus koperasi mendapatkan pendampingan awal mengenai mekanisme pengajuan dana bergulir. Selain itu, masyarakat diharapkan semakin memahami konsep koperasi modern yang terhubung dengan ekosistem pembiayaan skala nasional.
Kehadiran layanan ini juga selaras dengan komitmen lembaga dalam mendukung program prioritas pemerintah untuk memperkuat pilar ekonomi kerakyatan yang inklusif. Krisdianto optimistis bahwa Kalimantan Barat memiliki kekayaan sektor kerajinan yang sangat besar untuk dikembangkan lebih jauh.
"LPDB Koperasi hadir dalam kegiatan Seruni di Pontianak sebagai bentuk komitmen kami untuk semakin dekat dengan koperasi dan masyarakat. Melalui booth Coaching Clinic ini, kami ingin memberikan ruang konsultasi dan edukasi agar koperasi semakin memahami akses pembiayaan, penguatan kelembagaan, serta peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal," ujar Krisdianto.
Krisdianto menambahkan bahwa LPDB Koperasi memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam memperkuat kapasitas pembiayaan. Dengan model usaha yang produktif, diharapkan koperasi-koperasi di Kalimantan Barat dapat naik kelas dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi penduduk sekitar.