Perusahaan solusi air global LIXIL menghadirkan paviliun bertajuk OASE: Architecture in the Water Cycle pada ajang ARCH:ID 2026 di Jakarta, Kamis (30/4/2026). Inisiatif ini mengeksplorasi integrasi akses sanitasi ke dalam perancangan ruang hidup untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penyediaan infrastruktur sanitasi yang memadai masih menjadi tantangan besar di tengah perkembangan kota. Sebagaimana dilansir dari Suara, langkah ini diambil sebagai bentuk pendekatan baru yang menghubungkan aspek air, sanitasi, dan perkembangan wilayah perkotaan melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Direktur Pemasaran LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara menyatakan bahwa sinergi merupakan faktor krusial dalam membentuk kualitas lingkungan yang lebih baik. Arsitektur modern dituntut memberikan dampak luas bagi kelestarian lingkungan dan kemajuan pembangunan nasional.
"Kolaborasi adalah kunci dan standar baru untuk membentuk kualitas ruang hidup yang lebih baik. Lanskap arsitektur masa kini harus mampu memberikan kontribusi yang lebih luas, mulai dari kelestarian lingkungan, kesejahteraan masyarakat, hingga kemajuan pembangunan nasional. Melalui sinergi kita dapat menghadirkan solusi yang lebih adaptif," ujar Arfindi Batubara, Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia.
Paviliun OASE dirancang sebagai ruang edukatif bagi publik yang menggabungkan data lingkungan dengan narasi visual. Konsep ini menitikberatkan pada peran penting air dalam ekosistem kehidupan masyarakat di kota-kota besar.
Pendiri Mamostudio, Adi Purnomo mengungkapkan bahwa ide paviliun ini muncul dari kegelisahan terhadap masalah air dan ruang hidup yang kian kompleks. Proyek tersebut akhirnya disetujui untuk menyediakan ruang hijau tambahan bagi publik.
"Saya memiliki perhatian panjang pada persoalan air dan kaitannya dengan arsitektur. Saat pertama kali mempresentasikan ide di hadapan LIXIL, saya pikir mungkin tidak akan berlanjut, namun ternyata langsung disetujui. Kami mencoba mendedikasikan paviliun ini sebagai titik yang semacam oase, memberi ruang hijau ke ruang publik yang lebih besar. Itu kenapa kita bikin namanya jadi OASE, yang kebetulan kata oase berkaitan juga dengan air," kata Adi Purnomo, Founder Mamostudio.
LIXIL mencatat tantangan sanitasi masih menjadi isu global yang serius dengan sekitar 3,4 miliar orang di dunia belum memiliki akses yang layak. Kondisi ini memicu perusahaan untuk terus melakukan intervensi melalui berbagai program kesehatan.
Hingga tahun 2026, tercatat sebanyak 103 juta orang telah mendapatkan akses sanitasi layak berkat berbagai inisiatif dari LIXIL. Capaian ini diklaim memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya pada sektor kesehatan masyarakat tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.