Anggota Linmas Bekasi Protes Pernyataan Kepala Satpol PP

Anggota Linmas Bekasi Protes Pernyataan Kepala Satpol PP
Foto: Ilustrasi Anggota Linmas Bekasi Protes Pernyataan Kepala Satpol PP.

Sejumlah anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Pemerintah Kota Bekasi pada Senin (4/5/2026) untuk memprotes pernyataan Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Nesan Sujana. Dilansir dari Megapolitan, massa merasa kecewa atas rekaman suara yang mempertanyakan absensi penjagaan anggota di beberapa titik strategis selama 24 jam.

Aksi ini dipicu oleh keberatan para personel terhadap beban kerja yang dinilai tidak sesuai dengan perintah resmi maupun kemampuan di lapangan. Massa menuntut klarifikasi atas pernyataan Nesan yang menyebut beberapa lokasi seperti Danau Duta, Alun-alun Hasibuan, hingga Kalimalang membutuhkan pengawasan penuh tanpa jeda.

Danton Linmas Margamulya, Agus Setiawan, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada instruksi tertulis mengenai penjagaan ketat di lokasi-lokasi yang disebutkan dalam rekaman tersebut.

"Padahal anggota linmas belum dapat surat perintah. Dan Linmas juga kerja hanya 12 jam," ujar Agus Setiawan, Danton Linmas Margamulya.

Pernyataan pimpinan Satpol PP tersebut dianggap telah melukai perasaan para anggota karena tidak mempertimbangkan realitas jam kerja mereka. Agus juga menyoroti ketiadaan itikad baik untuk menyelesaikan polemik ini secara kekeluargaan.

"Sebagai anggota linmas kami marahnya di situ. Dan sampai sekarang juga belum ada permintaan maaf dari beliau," kata Agus Setiawan, Danton Linmas Margamulya.

Dalam jalannya demonstrasi, beberapa peserta melakukan aksi simbolis dengan menanggalkan seragam kerja mereka. Danton Linmas Kelurahan Harapan Baru, Edi Wijaya, menjelaskan bahwa tuntutan utama mereka adalah permohonan maaf secara terbuka.

"Tujuan kami unjuk rasa itu untuk mendapatkan permintaan maaf, dan agar tidak terulang lagi. Karena linmas itu bekerja siang dan malam untuk menjaga kelurahan dan patroli wilayah," ujar Edi Wijaya, Danton Linmas Kelurahan Harapan Baru.

Edi juga memaparkan kondisi kesejahteraan personel yang dinilai masih sangat minim. Menurutnya, anggota Linmas hanya menerima penghasilan bulanan sebesar Rp 1 juta yang disertai bantuan beras sebanyak 10 kilogram.

"Jadi apa yang dikatakan Pak Kasat itu kami mohon jangan diulangi lagi," kata Edi Wijaya, Danton Linmas Kelurahan Harapan Baru.

Merespons gelombang protes tersebut, Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Nesan Sujana, memberikan klarifikasi bahwa terjadi miskomunikasi antara pimpinan dan anggota di tingkat bawah.

"Saya tegaskan, tidak ada maksud menyulitkan anggota. Ini murni salah tafsir. Karena memahami instruksi secara utuh sangat krusial," ujar Nesan Sujana, Kepala Satpol PP Kota Bekasi.

Nesan berdalih bahwa teguran yang tersebar tersebut merupakan bentuk evaluasi untuk memastikan kedisiplinan dan pemerataan tugas bagi seluruh personel Satlinmas di setiap kelurahan.

"Tujuannya agar semua personel memiliki jam terbang merata. Saya pastikan kesejahteraan anggota terus ditingkatkan," kata Nesan Sujana, Kepala Satpol PP Kota Bekasi.

Artikel terkait

Rekomendasi