Ledakan Bom Sisa PD II di Biak Mengejutkan Warga: 5 Tewas dan 19 Luka-Luka Terbaru 2026

Ledakan Bom Sisa PD II di Biak Mengejutkan Warga: 5 Tewas dan 19 Luka-Luka Terbaru 2026
Foto: Ledakan Bom Sisa PD II di Biak Mengejutkan Warga: 5 Tewas dan 19 Luka-Luka Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)

Peristiwa tragis terjadi di Biak, Papua, setelah sebuah bom tua yang diduga kuat merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II meledak hebat. Insiden maut ini berlokasi di kawasan Komplek Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, pada Minggu sore sekitar pukul 14.45 WIT.

Ledakan dahsyat tersebut mengakibatkan lima orang warga meninggal dunia dan melukai sedikitnya 19 orang lainnya. Selain korban jiwa dan luka, pihak berwenang juga melaporkan adanya tiga orang warga yang hingga kini statusnya masih dinyatakan hilang.

Data Korban dan Kerusakan Bangunan

Kepolisian Daerah Papua telah merilis identitas lima korban yang kehilangan nyawa dalam musibah ini. Para korban terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak yang masih berusia sangat muda.

Berikut adalah rincian identitas korban meninggal dunia akibat ledakan tersebut:
  • Deflin Raubaba (41 tahun)
  • Moris Raubaba (24 tahun)
  • Karmila Ayorbaba (25 tahun)
  • Israel Raubaba (7 tahun)
  • Isril Raubaba (5 tahun)

Keluarga dan warga setempat menyelimuti proses pemakaman kelima korban dengan isak tangis di TPU Inggiri pada Senin lalu. Selain jatuhnya korban jiwa, efek ledakan juga menghancurkan bangunan di sekitar lokasi kejadian.

Tercatat sebanyak sembilan rumah tinggal mengalami kerusakan yang cukup parah akibat guncangan bom tersebut. Rumah-rumah ini dihuni oleh 10 kepala keluarga dengan total mencapai 55 jiwa yang kini kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah Daerah Biak Numfor bergerak cepat dengan menyediakan fasilitas pengungsian bagi warga yang terdampak. Saat ini, seluruh pengungsi telah menempati posko penampungan untuk mendapatkan bantuan logistik dan perlindungan sementara.

Proses Pencarian Korban Hilang

Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap tiga warga yang hilang masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Ketiga warga yang sedang dicari tersebut adalah Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45), dan Abis Marandof (27).

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menjelaskan bahwa fokus pencarian saat ini diarahkan ke area luar atau pesisir pantai. Lokasi titik utama ledakan dinilai masih berisiko tinggi dan belum dinyatakan aman sepenuhnya bagi petugas di lapangan.

Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan tim penjinak bom (Jibom) dari Polda Papua untuk mengamankan lokasi. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada ancaman bahan peledak lain di sekitar area permukiman warga tersebut.

Daftar warga yang masih dalam proses pencarian oleh tim SAR:
  • Yulianus Raubaba (26 tahun)
  • Lae Madura (45 tahun)
  • Abis Marandof (27 tahun)

Keamanan lokasi tetap menjadi prioritas utama kepolisian sebelum mengizinkan warga kembali mendekati Tempat Kejadian Perkara (TKP). Penyelidikan lebih lanjut terus dilakukan untuk memahami pemicu ledakan amunisi sisa perang yang tertanam di wilayah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi