Kampung Silat Jampang Gelar Lebaran Jawara Perkuat Kelestarian Budaya

Kampung Silat Jampang Gelar Lebaran Jawara Perkuat Kelestarian Budaya
Foto: Ilustrasi Kampung Silat Jampang Gelar Lebaran Jawara Perkuat Kelestarian Budaya.

Sebanyak 250 pesilat dari 65 perguruan pencak silat berkumpul di Zona Madina, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (25/4/2026) untuk mengikuti kegiatan Lebaran Jawara. Acara yang diinisiasi Kampung Silat Jampang (KSJ) ini bertujuan memperkuat silaturahmi serta menjaga eksistensi silat sebagai warisan budaya dunia.

Dilansir dari Nasional, KSJ merupakan kawasan pengembangan silat di bawah naungan GREAT Edunesia Dompet Dhuafa. Lembaga tersebut fokus pada pengelolaan program pendidikan dan kebudayaan guna mewadahi perhimpunan pesilat di Indonesia serta menjaga pengakuan UNESCO terhadap pencak silat.

Kepala Divisi Pengembangan Program Riset dan Budaya GREAT Edunesia Dompet Dhuafa Haryo Mojopahit menjelaskan bahwa ajang ini merupakan bentuk penghargaan bagi insan silat. Kegiatan bertema "Kuatkan Persaudaraan, Bawa Silat ke Puncak Kejayaan" tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas para guru silat.

"Pencak silat tidak hanya menjadi seni bela diri, melainkan sarana pembentukan karakter dan identitas budaya yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan," tegas Haryo.

Upaya pelestarian ini mencakup pengembangan jaringan tradisi, prestasi, hingga pendorongan kelas silat di sekolah-sekolah. Melalui sinergi ini, nilai-nilai luhur seperti sportivitas dan solidaritas diharapkan tetap relevan bagi masyarakat modern.

Direktur Eksekutif GREAT Edunesia Dompet Dhuafa Mulyadi Saputra turut menekankan pentingnya aspek kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut dinilai krusial agar pencak silat semakin dikenal secara luas di kancah internasional.

Ketua Umum KSJ Daswara Sulanjana menyatakan apresiasinya terhadap dedikasi para jawara dalam mengembangkan perguruan masing-masing. Pihaknya berkomitmen penuh untuk terus memelihara tradisi silat agar tetap eksis di masa depan.

"Dengan semangat tinggi, para punggawa silat memiliki peran mengantarkan warisan tak benda yang diakui UNESCO. KSJ memiliki komitmen memelihara, menjaga, mengembangkan, dan melestarikan silat tradisi,ÔÇØ tegas Daswara.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor Yudi Santosa menyambut positif konsistensi KSJ yang telah menjadi motor penggerak bela diri lokal selama 12 tahun. Pemerintah Kabupaten Bogor berencana mengintegrasikan silat lebih dalam ke kurikulum pendidikan.

ÔÇ£Salut dengan perjuangan KSJ yang sudah 12 tahun berkiprah sebagai motor penggerak silat di Bogor. Ke depan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor ingin memaksimalkan kolaborasi supaya pencak silat menjadi bagian ekstrakurikuler sekolah," ungkap Yudi.

Staf Ahli Kementerian Kebudayaan Ismunandar menyebut Lebaran Jawara sebagai momentum penting pewarisan budaya. Ia berharap pencak silat tidak hanya menjadi identitas nasional, tetapi juga bisa menembus ajang olahraga tertinggi di dunia.

"Silat dicatat di UNESCO agar tidak hilang, lestari, dan diharapkan menjadi salah satu cabang olimpiade di masa depan. Akan tetapi, perjuangan ke sana masih harus terus diperjuangkan. Silat bukan hanya olahraga, tetapi juga olah rasa," tutur Ismunandar.

Artikel terkait

Rekomendasi