Le Meridien Jakarta menawarkan pengalaman kuliner afternoon tea dengan memadukan tradisi klasik dan sentuhan pastry Prancis di La Boutique Gourmande pada Selasa, 14 April 2026. Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, program ini menyasar pengunjung yang ingin menikmati suasana santai di tengah kesibukan ibu kota.
Hotel ini menonjolkan elemen seni budaya Jawa yang dipadukan dengan konsep desain modern. Senior Sales Manager (MICE) Le Meridien, Dedy Sugiatno, menjelaskan bahwa ikon naga dan lukisan tradisional menjadi ciri khas utama yang memudahkan tamu mengenali lokasi hotel tersebut.
"Jika dilihat naga besar dan lukisan Jaka Tarub dan tujuh bidadari di sisi ini, ini menjadi ikon dari Le Meridien Jakarta. Jadi kalau ada yang nanya hotel yang ada naganya di mana ya? Nah itu Le Meridien," kata Dedy Sugiatno, Senior Sales Manager (MICE) Le Meridien.
Dedy menambahkan bahwa kepemilikan hotel oleh pihak lokal berpengaruh besar terhadap estetika interior bangunan. Ornamen seni sengaja dihadirkan untuk memberikan identitas kuat pada setiap sudut ruangan, termasuk area lobi yang menjadi titik temu utama bagi para tamu.
"Konsep Le Meridien Jakarta ini memang art, karena pemiliknya orang Jawa, jadi kebanyakan seni yang ditonjolkan itu kesenian Jawa, seperti pada lukisan-lukisannya dan beberapa barang juga turut di costum dengan unsur seni Jawa," kata Deddy Sugiatno, Senior Sales Manager (MICE) Le Meridien.
Eksekutif Chef La Boutique Gourmande, Adit, menjelaskan bahwa pemilihan tema kuliner disesuaikan dengan akar budaya hotel yang berasal dari Prancis. Pengunjung disuguhi aneka cake dan sandwich yang dibuat langsung menggunakan tangan untuk menjaga kualitas rasa.
"Sebenarnya kita combine package classic afternoon tea ini dengan French pastry, karena konsep hotel secara keseluruhannya adalah French. Kultur afternoon tea itu juga banyak di Prancis," ujar Adit, Executive Chef La Boutique Gourmande.
Penggunaan bahan baku lokal menjadi salah satu nilai tambah dari sajian yang dihidangkan kepada tamu. Chef Adit menegaskan bahwa mulai dari cokelat hingga buah-buahan seperti stroberi didatangkan langsung dari produsen lokal untuk memastikan kesegaran hidangan.
"Keunggulannya di sini semua bahannya lokal, mulai dari cokelat di cake hingga buah-buahannya. Selain itu, semua tekniknya kita kerjakan handmade jadi punya cita rasa sendiri," kata Adit, Executive Chef La Boutique Gourmande.
Untuk memudahkan tamu mencicipi berbagai variasi rasa, pihak hotel sengaja menyajikan hidangan dalam ukuran kecil. Strategi penyajian ini memungkinkan setiap elemen menu, mulai dari yang bercita rasa manis hingga gurih, dapat dinikmati dalam satu sesi santap.
"Konsep hidangan cake kita itu one bite, jadi finishing-nya memang kecil-kecil seperti ini," kata Adit, Executive Chef La Boutique Gourmande.
Menu yang tersedia saat ini masih mengusung tema Paskah untuk bulan April, sementara pada bulan Mei mendatang pihak hotel berencana menghadirkan inovasi baru. Sajian tersebut nantinya akan didominasi oleh unsur bunga dan buah mangga yang mulai memasuki musim panen.