Pemerintah Tambah Lokasi Layanan Mekkah Route di Embarkasi Makassar

Pemerintah Tambah Lokasi Layanan Mekkah Route di Embarkasi Makassar
Foto: Ilustrasi Pemerintah Tambah Lokasi Layanan Mekkah Route di Embarkasi Makassar.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah memperluas jangkauan layanan fast track Mekkah Route hingga ke Embarkasi Makassar guna memperlancar keberangkatan jemaah haji yang dimulai pada April 2026 ini. Fasilitas tersebut memungkinkan pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi dilakukan sepenuhnya di tanah air.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, memberikan penjelasan mengenai efisiensi waktu yang didapat jemaah melalui sistem ini dilansir dari Nasional. Dengan pemindahan proses pemeriksaan, antrean panjang di bandara tujuan dapat diminimalisasi secara signifikan.

"Mekkah Route itu pemeriksaan imigrasi di Saudi dilaksanakan di sini, sehingga jemaah sampai di sana sudah tidak ada pemeriksaan lagi, langsung ke bus menuju penginapan," kata Irfan usai pertemuan dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Agus Andrianto di Kantor Kemenhaj, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Penyediaan jalur khusus ini diproyeksikan dapat memangkas prosedur birokrasi setibanya jemaah di Jeddah maupun Madinah. Melalui skema tersebut, setiap paspor jemaah akan langsung mendapatkan stempel resmi dari otoritas Arab Saudi sebelum pesawat tinggal landas dari Indonesia.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa para jemaah nantinya hanya perlu melewati koridor khusus tanpa harus mengantre di loket imigrasi Arab Saudi lagi. Hal ini dipandang sebagai solusi praktis bagi kenyamanan jemaah yang baru saja menempuh perjalanan udara panjang.

"Nanti mereka melalui proses yang lebih mudah, lewat saja, lewat koridor, itu sudah nanti mereka langsung bisa meninggalkan karena proses pemeriksaan imigrasi," tutur Agus.

Data operasional tahun lalu menunjukkan tren positif terhadap penggunaan fasilitas jalur cepat ini bagi mobilitas jemaah ke Tanah Suci. Agus mencatat bahwa mayoritas jemaah haji Indonesia telah memanfaatkan kemudahan akses dokumen tersebut pada periode keberangkatan sebelumnya.

"Penggunaannya mungkin lebih dari 65 persen (untuk tahun ini) dan pada saat berangkat mudah-mudahan lancar," ujar Agus.

Artikel terkait

Rekomendasi