Proses keberangkatan jemaah haji menuju Tanah Suci kini semakin efisien berkat optimalisasi layanan fast-track atau Mecca Route di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Fasilitas ini memungkinkan setiap calon haji menyelesaikan pemeriksaan dokumen keimigrasian dalam waktu singkat sebelum terbang.
Penggunaan skema jalur cepat ini memberikan dampak signifikan terhadap kenyamanan jemaah karena menghapus keharusan antre di loket imigrasi setibanya di Arab Saudi. Sebagaimana dilansir dari Kompas, para jemaah yang telah melalui jalur ini dapat langsung menuju hotel setelah mendarat.
Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan fasilitas tersebut di Bandara Soekarno-Hatta. Dalam agenda tersebut, ia didampingi oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia serta perwakilan dari Komisi VIII DPR RI.
Data operasional menunjukkan bahwa setiap jemaah haji hanya membutuhkan waktu sekitar 10 detik untuk melewati proses pemeriksaan imigrasi melalui sistem fast-track. Kecepatan durasi layanan ini diharapkan mampu meminimalisir penumpukan massa di area keberangkatan bandara.
Saat ini, Indonesia telah memiliki empat titik fasilitas fast-track keimigrasian untuk melayani jemaah dari berbagai wilayah. Selain di Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta, layanan serupa juga tersedia di embarkasi Surabaya, Solo, dan Makassar.