Puluhan warga lanjut usia memadati gerai pendaftaran Kartu Layanan Gratis (KLG) transportasi umum di area Car Free Day Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu (19/4/2026). Layanan yang dibuka pukul 06.00 hingga 10.00 WIB ini memfasilitasi akses gratis bagi lansia untuk menggunakan berbagai moda transportasi publik di Jakarta.
Antrean warga terlihat mengular di depan Hotel Mandarin Oriental sejak pagi hari. Program ini bertujuan mempermudah mobilitas kelompok lansia agar dapat menikmati fasilitas transportasi seperti Transjakarta dan MRT tanpa dikenakan biaya perjalanan, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Zainudin, warga berusia 61 tahun asal Kebon Jeruk, menjadi salah satu pemohon yang hadir untuk mengisi waktu masa pensiunnya. Ia mengaku baru pertama kali mengurus kartu tersebut setelah mendapatkan informasi bahwa proses birokrasinya tergolong cepat dan tidak menyulitkan.
"Kita ini sudah pensiun ya. Jadi waktunya cukup-cukuplah, lumayan buat pergi-pergi, jalan-jalan," ungkap Zainudin.
Pria yang aktif belajar bahasa Arab ini berencana memanfaatkan kartu gratis tersebut untuk melakukan perjalanan wisata lokal. Salah satu tujuannya adalah mencoba rute Transjakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta guna menyalurkan hobi melihat aktivitas pesawat di waktu luang.
"Selain yang di Jakarta, juga kita mau coba yang ke bandara ya. Jalan refreshing sambil lihat pesawat aja. Kebetulan lagi belajar bahasa Arab dan kegiatan kita cuma itu, seminggu tiga kali, jadi pas ada waktu luang kan dipakai buat jalan-jalan," tutur Zainudin.
Ketertarikan Zainudin juga tertuju pada layanan MRT Jakarta yang kini terintegrasi dalam skema layanan gratis tersebut. Keberadaan beragam moda transportasi yang dapat diakses secara cuma-cuma dianggapnya sebagai bentuk kenyamanan lebih bagi warga senior di ibu kota.
"Waktu itu saya pikir jadinya enggak langsung. Makanya saya malas kan. Eh saya tanya teman saya nih, ternyata kalau ada KTP-nya hari ini juga jadi. Oh bener saja tadi saya enggak lama, langsung jadi juga," ujar Zainudin.
Zainudin mengapresiasi kinerja petugas di lapangan yang sigap memberikan bantuan teknis. Menurutnya, penggunaan aplikasi layanan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta cukup mudah berkat verifikasi data identitas yang berlangsung secara cepat.
"Mudah, dan kita dibantu sama petugas melalui aplikasi layanan yang punya DKI, kita kan enggak ngerti. Paling cuma verifikasi KTP mana, nama siapa, sudah selesai. Alhamdulillah sudah dapat," sambung Zainudin.
Penerima manfaat lainnya, Cahya, turut memberikan tanggapan positif mengenai efektivitas kartu tersebut. Perempuan berusia 60 tahun ini sudah menggunakan layanan gratis selama dua bulan terakhir untuk menjangkau pusat kota secara rutin.
"Kalau dengan kartu ini lebih mudah bagi penduduk DKI ya untuk menikmati fasilitas yang ada, terutama TransJakarta dan MRT ya. Saya sering pergi-pergi ke daerah Thamrin, pusat-pusatlah, jadi gratis," kata Cahya.
Lansia lain yang hadir adalah Tan, warga Kebon Jahe yang datang mendampingi adiknya. Tan sendiri merupakan pengguna lama layanan subsidi transportasi ini sejak masa kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, namun ia baru mengetahui bahwa cakupan kartu tersebut kini telah diperluas.
"Jadi seminggu kemarin aku dapat info terus nyobain nih, ke Blok M kan aku biasanya pakai Busway (Transjakarta) biasa. Kemarin dari Blok M ke HI sini aku pakai MRT gratis. Bener, gratis. Kalau enggak kan saya bayar Rp 8.000 sekali jalan," ucap Tan.
Keunggulan MRT yang bebas macet menjadi alasan utama Tan merasa sangat terbantu dengan adanya kebijakan integrasi gratis ini. Ia pernah mengalami keterlambatan saat menghadiri sebuah agenda karena bus yang ditumpanginya terjebak dalam kepadatan lalu lintas.
"Kalau Busway kan tetap aja macet. Pernah aku jadi telat, mau ada seminar. Ya kecewa juga sih. Kebetulan ada MRT enggak ganggu lalu lintas. Cepat, jadi membantu, sungguh-sungguh membantu," kata Tan.
Meski mengapresiasi layanan yang ada, para lansia berharap pemerintah dapat melakukan sinkronisasi layanan dengan moda transportasi berbasis rel lainnya. Perluasan subsidi pada layanan KRL Commuter Line menjadi usulan yang banyak disuarakan oleh para warga senior.
"Cuma yang saya harapkan kalau bisa KRL juga dibantu. Kalau luar kota sih memang aku sudah terdaftar lansia, jadi waktu aku ke Jogja berobat, aku dapat potongan 20 persen. Itu membantu sekali. Harapannya kalau bisa KRL juga," tutup Tan.